Keyakinan BI tersebut karena melihat berbagai indikator yang menunjukkan permintaan dalam negeri masih kuat. Selain itu, ketahanan industri perbankan tetap terjaga dan didukung pelaksanaan fungsi intermediasi yang baik.
Demikian bunyi siaran pers dewan gubernur BI mengenai hasil rapat dewan gubernur BI yang ditandatangani Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Dyah N.K. Makhijani, Selasa (5/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Guna mengefektifkan kebijakan moneter maka kenaikan BI Rate tersebut diiringi oleh optimalisasi lainnya seperti pengendalian volatilitas nilai tukar dan penyerapan ekses likuiditas melalui operasi pasar terbuka," bunyi siaran pers dewan gubernur BI.
Dengan kebijakan BI Rate ini, ditargetkan inflasi 2009 akan tercapai pada kisaran 6,5-7,5 persen. Dewan Gubernur memastikan kenaikan BI Rate yang moderat tidak akan mengganggu perekonomian dalam negeri.
Ini terlihat dari masih tumbuhnya kredit perbankan sebesar 31,6% untuk year on year dengan rasio kredit macet (NPL) menurun 4,08%. Penjualan kendaraan bermotor dan semen juga masih meningkat pesat.
BI juga menilai perekonomian di 2008 masih akan tetap tumbuh baik ditopang oleh pertumbuhan ekspor, pengeluaran konsumsi masyarakat dan pengeluaran pemerintah yang tinggi. Selain itu, permintaan dalam negeri juga ditopang meningkatnya belanja daerah dan telah dimulainya tahapan pemilu 2009. (ir/qom)











































