Demikian dikatakan oleh Gubernur BI Boediono usai menghadiri acara "2007 Annual Report Award" di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa malam (12/8/2008).
"Tier 3 itu sedang didefinisikan, intinya itu akan mempermudah bank untuk menambah perhitungan CAR-nya, karena ada tier lagi yang bisa diperhitungkan, tapi tentunya ada syarat dan rambu-rambunya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini praktek basel II seperti itu yang dipraktekan di internasional. Kita akan siapkan dan kalau bisa dilaksanakan juga pada waktunya," ujarnya.
Jadi dikatakan Boediono, tier 3 ini akan menambah ruang bank memperbaiki rasio kecukupan modalnya (CAR) agar sesuai dengan syarat implementasi basel II.
"Itu menambah ruang untuk bank untuk memperbaiki CAR dengan adanya tambahan ruang untuk tier 3 ini. Ini suatu ruang baru bagi bank untuk mendefinisikan kembali modalnya, jadi lebih longgar," paparnya.
Memang saat ini, instrumen permodalan bank ada 2 yaitu tier 1 yang disebut sebagai modal inti perbankan dan tier 2 sebagai modal pelengkap yang diperoleh dari pinjaman obligasi subordinasi jangka panjang.
Dengan ditetapkannya nanti tier 3 sebagai komponen permodalan, maka bank bisa mendapatkan modal pelengkap tambahan yang diperoleh melalui pinjaman bilateral atau sindikasi berjangka panjang, dan bisa ditempatkan pada struktur permodalannya.
(dnl/qom)











































