Pemerintah menargetkan perolehan hingga Rp 5 triliun untuk penerbitan dua seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara yakni IFR-0001 dan IFR-0002.
Untuk penawaran yield setara dengan kelipatan 1 per empat puluh persen atau 0,025%. Tingkat penawaran yield disampaikan dalam format persentase dengan kelipatan 1 per 40 persen.
Hal tersebut disampaikan Dahlan Siamat, Direktur Pembiayaan Syariah DJPU Depkeu dalam paparan publik yang berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis (14/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga dana yang masih harus diperoleh pemerintah dari penerbitan Surat Utang Negara (SUN), Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan obligasi zero coupon sekitar Rp 23,8 triliun sampai Rp 28,8 triliun.
Sementara Dijen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan untuk yield sukuk negara ini karena baru pertama kali diterbitkan maka belum punya benchmark.
"Oleh karena itu yang kita punya hanya proxi yaitu kira-kira tingkat pengembaliannya sama dengan obligasi yang konvensional dengan tenor sama tapi saya gak mau menyebutkan," kata Rahmat.
SBSN ini juga belum bisa ditentukan komposisi asing atau lokal maupun investor ritel atau institusi karena masih harus menunggu masa book building. (dro/qom)










































