Demikian seperti dilansir situs resmi Bank Indonesia (BI) yang dikutip detikFinance, Kamis (14/8/2008).
Kekhawatiran terhadap sustainabilitas fiskal, ekspektasi inflasi, dan spekulasi meningkatnya permintaan valas sempat memicu keluarnya dana asing pada Mei 2008 sebesar US$ 463 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, keberhasilan Indonesia dalam lelang obligasi global tanggal 18 Juni 2008 senilai US$ 2,2 miliar berhasil mengangkat kepercayaan komunitas internasional akan ekonomi Indonesia.
Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Utang Negara (SUN), dan pasar saham masih menjadi instrumen favorit asing.
Terjaganya kepercayaan investor asing terhadap pengelolaan kebijakan makro dan tingginya imbal hasil SUN mendorong arus modal asing masuk ke SUN. Ekspektasi meningkatnya BI Rate turut mempengaruhi aliran modal asing pada SBI.
Kepemilikan asing pada SBI sepanjang triwulan II-2008 meningkat sebesar Rp 2,9 triliun atau US$ 309,4 juta sehingga posisinya menjadi Rp 33,6 triliun atau US$ 3,62 miliar.
Sementara itu, pada instrumen SUN terjadi inflow cukup signifikan sebesar Rp 13,4 triliun (US$ 1,44 miliar) sehingga posisinya menjadi Rp 94,10 triliun (US$ 10,13 miliar).
Pelaku asing di pasar saham sepanjang triwulan II-2008 masih mencatat net beli sebesar Rp 4,81 triliun (US$ 520 juta).
(ddn/qom)











































