Demikian hasil survei Harga Properti Residensial untuk triwulan II-2008 seperti dikutip detikFinance dari situs Bank Indonesia, Kamis (21/8/2008).
Dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial, sebagian besar konsumen (75,4%) memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tingkat suku bunga sebesar 11%, diikuti oleh pembayaran cash bertahap (17,1%) dan sebagian kecil dilakukan dalam bentuk cash keras (6,5%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Kenaikan harga rumah yang sudah berlangsung selama triwulan II-2008 diprediksi akan terus berlanjut hingga triwulan III-2008. Kenaikan harga terutama disebabkan karena meningkatnya harga bahan bangunan dan BBM.
Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Triwulan II-2008 menunjukkan bahwa indeks harga properti residensial tercatat sebesar 154,08. Baik secara triwulanan (q to q) maupun secara tahunan (yoy), indeks mengalami peningkatan. Secara triwulanan (q-t-q), indeks harga naik 1,86%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada triwulan sebelumnya (1,67%).
Dilihat berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah dengan kenaikan tertinggi terjadi pada tipe rumah kecil (2,42% secara q-t-q).
Sementara berdasarkan wilayah, Makassar merupakan wilayah yang mengalami peningkatan harga rumah tertinggi yaitu 4,19%(q-t-q) terutama pada rumah tipe kecil (6,59%). Sementara itu, harga rumah di wilayah Jabodebek dan Banten mengalami kenaikan sebesar 1,74%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada triwulan sebelumnya (1,31%).
Secara tahunan (y-o-y), harga properti residensial juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 5,43%. Kenaikan secara tahunan ini lebih rendah dibandingkan kenaikan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 6,91%.
Dilihat berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah, tertinggi masih terjadi pada rumah tipe
menengah (6,52%). Berdasarkan wilayah, Manado merupakan wilayah yang mengalami peningkatan harga rumah tertinggi yaitu 10,71% (y-o-y) terutama pada tipe rumah besar (11,01%).
Sementara itu, harga rumah di wilayah Jabodebek dan Banten secara tahunan mengalami kenaikan sebesar 5,86%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahunan triwulan yang sama tahun sebelumnya (11,17%) .
Masih Naik di Triwulan III-2008
Kenaikan harga properti residensial diprediksi masih akan berlanjut pada triwulan III-2008. Secara triwulanan, kota Banjarmasin diperkirakan mengalami kenaikan harga tertinggi yaitu sebesar 1,54%, sementara secara tahunan kota Manado diperkirakan mengalami kenaikan harga tertinggi (10,06%).
Khusus untuk wilayah Jabodebek dan Banten, kenaikan harga baik secara triwulanan maupun tahunan diperkirakan masih akan terjadi, namun lebih melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, masing-masing sebesar 0,58% (q-t-q) dan 5,27% (y-o-y).
Indeks harga properti residensial (IHPR) menunjukkan indikasi yang searah dengan indeks harga sub kelompok biaya tempat tinggal IHK-BPS pada Triwulan II-2008 (Juni 2008). (qom/ir)











































