KPR Masih Jadi Favorit untuk Beli Properti

KPR Masih Jadi Favorit untuk Beli Properti

- detikFinance
Kamis, 21 Agu 2008 09:46 WIB
KPR Masih Jadi Favorit untuk Beli Properti
Jakarta - Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi favorit bagi konsumen untuk membeli properti. Hanya sedikit konsumen yang mau membeli properti dengan cash keras.

Demikian hasil survei Harga Properti Residensial untuk triwulan II-2008 seperti dikutip detikFinance dari situs Bank Indonesia, Kamis (21/8/2008).

Dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial, sebagian besar konsumen (75,4%) memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tingkat suku bunga sebesar 11%, diikuti oleh pembayaran cash bertahap (17,1%) dan sebagian kecil dilakukan dalam bentuk cash keras (6,5%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar sumber pembiayaan properti residensial pada triwulan II-2008 bersumber dari dana internal perusahaan (54,4%), diikuti oleh dana yang bersumber dari perbankan (31,6%) serta dana nasabah (10,9%).

Sementara Kenaikan harga rumah yang sudah berlangsung selama triwulan II-2008 diprediksi akan terus berlanjut hingga triwulan III-2008. Kenaikan harga terutama disebabkan karena meningkatnya harga bahan bangunan dan BBM.

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Triwulan II-2008 menunjukkan bahwa indeks harga properti residensial tercatat sebesar 154,08. Baik secara triwulanan (q to q) maupun secara tahunan (yoy), indeks mengalami peningkatan. Secara triwulanan (q-t-q), indeks harga naik 1,86%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada triwulan sebelumnya (1,67%).

Dilihat berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah dengan kenaikan tertinggi terjadi pada tipe rumah kecil (2,42% secara q-t-q).

Sementara berdasarkan wilayah, Makassar merupakan wilayah yang mengalami peningkatan harga rumah tertinggi yaitu 4,19%(q-t-q) terutama pada rumah tipe kecil (6,59%). Sementara itu, harga rumah di wilayah Jabodebek dan Banten mengalami kenaikan sebesar 1,74%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada triwulan sebelumnya (1,31%).

Secara tahunan (y-o-y), harga properti residensial juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 5,43%. Kenaikan secara tahunan ini lebih rendah dibandingkan kenaikan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 6,91%.

Dilihat berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah, tertinggi masih terjadi pada rumah tipe
menengah (6,52%). Berdasarkan wilayah, Manado merupakan wilayah yang mengalami peningkatan harga rumah tertinggi yaitu 10,71% (y-o-y) terutama pada tipe rumah besar (11,01%).

Sementara itu, harga rumah di wilayah Jabodebek dan Banten secara tahunan mengalami kenaikan sebesar 5,86%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahunan triwulan yang sama tahun sebelumnya (11,17%) .

Masih Naik di Triwulan III-2008

Kenaikan harga properti residensial diprediksi masih akan berlanjut pada triwulan III-2008. Secara triwulanan, kota Banjarmasin diperkirakan mengalami kenaikan harga tertinggi yaitu sebesar 1,54%, sementara secara tahunan kota Manado diperkirakan mengalami kenaikan harga tertinggi (10,06%).

Khusus untuk wilayah Jabodebek dan Banten, kenaikan harga baik secara triwulanan maupun tahunan diperkirakan masih akan terjadi, namun lebih melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, masing-masing sebesar 0,58% (q-t-q) dan 5,27% (y-o-y).

Indeks harga properti residensial (IHPR) menunjukkan indikasi yang searah dengan indeks harga sub kelompok biaya tempat tinggal IHK-BPS pada Triwulan II-2008 (Juni 2008). (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads