Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Gatot M. Suwondo dalam diskusi yang diadakan di Hotel Imperial Aryaduta, Karawaci Tangerang, Jakarta, Jumat (22/8/2008).
"BI kemarin juga menyerap dana sebesar Rp 15 triliun dari SBI itu dana yang cukup besar, berarti bunga yang ditawarkan menarik. Sementara pemerintah sebentar lagi juga akan menerbitkan sukuk, dan perbankan memerlukan dana untuk meningkatkan DPK (Dana Pihak Ketiga) agar bisa dorong pertumbuhan kredit," tutur
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BI menyerap dana lewat SBI untuk menjaga nilai tukar, sementara pemerintah menerbitkan obligasi untuk memenuhi kebutuhan defisit. Untuk perbankan kita juga tidak bisa slow down karena harus menjaga pertumbuhan," katanya.
(dnl/qom)










































