Likuiditas Rupiah Makin Ketat

Likuiditas Rupiah Makin Ketat

- detikFinance
Jumat, 22 Agu 2008 21:43 WIB
Likuiditas Rupiah Makin Ketat
Tangerang - Likuiditas rupiah saat ini ternyata cukup ketat. Bank Indonesia, pemerintah dan perbankan berlomba-lomba menyerap likuiditas untuk kepentingan masing-masing. Hal ini juga menyebabkan perbankan sulit untuk meningkatkan dana murahnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Gatot M. Suwondo dalam diskusi yang diadakan di Hotel Imperial Aryaduta, Karawaci Tangerang, Jakarta, Jumat (22/8/2008).

"BI kemarin juga menyerap dana sebesar Rp 15 triliun dari SBI itu dana yang cukup besar, berarti bunga yang ditawarkan menarik. Sementara pemerintah sebentar lagi juga akan menerbitkan sukuk, dan perbankan memerlukan dana untuk meningkatkan DPK (Dana Pihak Ketiga) agar bisa dorong pertumbuhan kredit," tutur

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gatot menambahkan, baik BI, pemerintah maupun perbankan saat ini sama-sama memerlukan likuiditas tersebut.

"BI menyerap dana lewat SBI untuk menjaga nilai tukar, sementara pemerintah menerbitkan obligasi untuk memenuhi kebutuhan defisit. Untuk perbankan kita juga tidak bisa slow down karena harus menjaga pertumbuhan," katanya.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads