Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Gatot M. Suwondo mengatakan seretnya permintaan ORI005 ini karena kondisi likuiditas rupiah yang tidak bagus saat ini.
"Permintaan ORI005 seret karena memang kita mengalami likuiditas yang sulit, dan hal ini yang membuat permintaan ORI agak lambat. Apalagi kita harus berkompetisi dengan bank-bank lain, kita lihat BCA memang sangat agresif dalam penawaran ORI ini," tuturnya dalam dalam diskusi di Hotel Imperial Aryaduta, Jakarta, Sabtu (23/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi pemerintah dari sisi fiskal "rajin" menyerap likuiditas lewat lelang SUN (Surat Berharga Negara) dan juga sukuk yang rencana targetnya Rp 5 triliun. "Ini cukup menjepit perbankan, karena kita juga butuh penguatan dana," katanya.
Oleh karena itu, dikatakan Gatot cukup sulit baginya untuk mencapai target penjualan ORI untuk BNI. "Kita untuk ORI005 mentargetkan penjualan Rp 850 miliar, dan sampai saat ini (Jumat/22/8/2008) baru mencapai Rp 114 miliar," katanya.
Sementara itu, Direktur Surat Berharga Negara Depkeu Bhimantara Widyajala mengatakan sampai dengan 22 Agustus 2008 pencapaian total pemesanan dari 18 Agen Penjual ORI005 adalah Rp 1,306 triliun.
"Agen penjual telah menyampaikan komitmennya untuk menjual sesuai target masing-masing. Sejauh ini BCA, Bank Mandiri dan BNI menunjukan kinerja yang semakin baik," tuturnya dalam pesan singkatnya kepada detikFinance di Jakarta.
Bhima mengatakan seharusnya bank-bank lain yang bertindak sebagai Agen Penjual ORI005 juga menunjukkan kinerja penjualan yang lebih baik lagi.
"Minggu depan kami akan sampaikan ke publik kinerja masing-masing Agen Penjual agar Agen Penjual semakin terpacu memenuhi kewajibannya," katanya.
(dnl/qom)











































