BNI Belum Minati Sukuk Negara

BNI Belum Minati Sukuk Negara

- detikFinance
Sabtu, 23 Agu 2008 12:06 WIB
BNI Belum Minati Sukuk Negara
Tangerang - Bank Negara Indonesia (BNI) mengakui belum tertarik untuk memperluas portofolionya kepada instrumen sukuk yang akan diterbitkan pemerintah, karena imbal hasil yang didapatkan lebih rendah ketimbang imbal hasil yang didapatkan dari kredit dan pembiayaan.

Hal ini dikatakan oleh Direktur UKM dan Syariah BNI Achmad Baiquni dalam diskusi di Hotel Imperial Aryaduta, Karawaci Tangerang, Jumat (22/8/2008).

"Kita belumlah pada sukuk, tapi pada kredit dan pembiayaan karena yield yang didapat lebih bagus," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, perbankan baik konvensional maupun syariah nantinya bisa melakukan jual beli surat berharga syariah negara atau suku untuk pengelolaan likuiditasnya. Hal itu dimungkinkan setelah BI selesai merevisi ketentuan tentang kepemilikan surat berharga oleh bank konvensional.

BNI sendiri memang tengah melakukan ekspansi kredit yang gencar. Pada Semester I-2008 outstanding kredit perseroan meningkat menjadi Rp 99,02 triliun dari Rp 89,18 triliun pada periode yang sama 2007.

Dari total outstanding kredit tersebut total kredit konsumer mencapai Rp 15,84 triliun yang didominasi oleh KPR sebesar 40%, untuk KPR BNI mentargetkan outstanding KPR sebesar Rp 6,9 triliun.

Sementara kredit kepada 32 multifinance untuk kendaraan bermotor outstandingnya mencapai Rp 4,7 triliun sampai Juli 2008.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads