Demikian disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta disela-sela acara "Reformulating Regional Development in Indonesia" di Gedung Bappenas, Taman Suropati, Jakarta, Senin (25/8/2008).
"Dengan suku bunga yang tinggi, kita harus cari pola pembiayaan yang lain untuk membiayai UKM. Saya cenderung menggunakan modal ventura, kita gerakkan lagi," urai Paskah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kita pikirkan dimana modal ventura ini dimasukkan dalam APBN. Karena infrastruktur yang mengelola modal ventura ini dimana-mana sudah ada, misalnya Jabar Ventura, Jateng Ventura," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah akan mengalokasikan Rp 5-7 triliun dalam APBN 2009-2010 untuk modal ventura itu. Dana tersebut diharapkan bisa mendanai sekitar 1 juta UMKM.
Mengenai prosesnya, menurut Paskah nantinya langsung dipegang oleh perusahaan-perusahaan ventura seperti misalnya Bahana Ventura. Khusus untuk Bahana Ventura ini, kemungkinan nantinya harus dipisah dari induknya.
(qom/ir)











































