Hal tersebut disampaikan Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto dalam jumpa pers hasil penjualan SBSN di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2008).
"Sebanyak Rp 7,1 triliun atau 88 persennya dari investor domestik bahkan terdapat investor individu yang menyampaikan bid-nya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang pertama seri IFR (Ijarah Fixed Rate) 0001 penawaran yang masuk Rp 4,839 triliun yang dimenangkan Rp 2,714 triliun dengan kupon 11,8 persen jatuh tempo 15 Agustus 2015, IFR0002 penawaran yang masuk Rp 3,231 triliun yang dimenangkan Rp 1,985 triliun, kupon 11,95, jatuh tempo 15 Agustus 2015.
Investor perbankan baru mengajukan penawaran setelah ada lampu hijau dari Bank Indonesia pada 21 Agustus 2008 bahwa bank diperbolehkan melakukan trading sukuk.
Namun ada juga beberapa calon investor yang membatalkan order karena naiknya yield obligasi negara menyusul kenaikan harga minyak sebesar US$ 121 per barel. (ddn/ir)










































