"Ya, masih dibahas," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil, di acara pertemuan serikat pekerja PT Perkebunan Nusantara di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (26/8/2008).
Sebelumnya, Gubernur BI Boediono menyarankan kepada pemerintah untuk membentuk bank yang khusus membidangi sektor pertanian guna mendorong pertumbuhan sektor tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak litbang departemen pertanian sebelumnya juga pernah membuat kajian tentang perlunya bank pertanian. Alasannya karena peran sektor pertanian yang sangat strategis dalam perekonomian nasional belum diimbangi dengan dukungan penyediaan modal yang memadai.
Litbang deptan seperti dilansir dalam situsnya mengatakan, lembaga perbankan formal yang ada saat ini cenderung bias dan lebih mengutamakan pembiayaan non pertanian. Dengan memperhatikan fenomena tersebut, perlu upaya pembentukan lembaga keuangan yang khusus bergerak dalam pembiayaan sektor pertanian. Salah satu wacana tentang bentuk lembaga keuangan tersebut adalah dengan mendirikan Bank Pertanian.
Hasil kajian menunjukkan bahwa secara konseptual maupun empirik, Bank Pertanian sangat prospektif untuk diwujudkan di Indonesia. Ada beberapa format Bank Pertanian yang dapat menjadi pilihan di antaranya (i) pola pendirian credit-agricole Perancis, (ii) pola pendirian bank Bukopin, (iii) investasi langsung modal asing (iv) mendorong bank BUMN menjadi bank pertanian, serta (v) memanfaatkan lembaga keuangan yang tumbuh dan berkembang di tingkat lokal.
Agar Bank Pertanian dapat melayani nasabah secara efektif dan efisien, maka bank tersebut harus didesain sesuai dengan kekhasan karakteristik sektor pertanian dan pelaku usaha pertanian. (ir/qom)











































