Likuiditas Ketat, Yield Naik

Likuiditas Ketat, Yield Naik

- detikFinance
Selasa, 26 Agu 2008 17:23 WIB
Likuiditas Ketat, Yield Naik
Jakarta - Kondisi likuiditas rupiah yang ketat menyebabkan yield SUN (Surat Utang Negara) naik, yang terlihat pada lelang 3 seri SUN hari ini.

Hal tersebut dikatakan oleh Dirjen Pengelola Utang Depkeu Rahmat Waluyanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (26/8/2008).

"Likuiditas pasar SUN terutama bank yang sedang tight (ketat), hal ini terlihat dari jumlah SBI yang semakin turun," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahmat mengatakan kondisi likuiditas perbankan yang cukup ketat ini menyebabkan perbankan berlomba-lomba menaikkan suku bunga deposito untuk menarik dana masyarakat dan meningkatkan DPK (Dana Pihak Ketiga).

"Kenaikkan bunga deposito yang dilakukan oleh perbankan menyebabkan cost of fund (biaya dana) yang ditanggung perbankan meningkat. Ini mengakibatkan penawaran yield (imbal hasil) untuk SUN naik agar return (keuntungan) dapat mengkompensasi naiknya cost of funds," tuturnya..

Gubernur BI Boediono sebelumnya mengatakan saat ini total SBI saat ini sudah menurun. "Dulu sampai Rp 200 triliunan, sekarang sudah di bawah Rp 200 triliun," ujarnya.

Pada hasil lelang 3 seri SUN hari ini, yaitu SPN20090731 bertenor 1 tahun, FR0036 bertenor 11 tahun, dan FR0050 bertenor 30 tahun. Jumlah total penawaran yang masuk Rp 5,685 Triliun, sementara yang dimenangkan Rp 3,962 Triliun dengan yield masing-masing 10,69506% untuk SPN, 12,23667% untuk FR0036, dan 12,50659% untuk FR0050.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads