Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad dalam Seminar Biro Kredit di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (27/8/2008).
"Sekitar 40-60 persen probabilitas NPL itu bisa berkurang kalau me-run biro kredit yang baik. Itu hasil survei dari banyak negara, ternyata peran biro kredit sangat substansial dalam mengurangi jumlah NPL," jelas Muliaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun informasi bukan satu-satunya penyebab NPL, sebagai contoh kalau kita lihat 5C saja, integrity hanya satu faktor, ada capacity, condition of economy. Itu kan juga pengaruhi NPL di kemudian hari," tambah Muliaman.
Menurutnya, selain bisa mengurangi NPL, kehadiran biro kredit juga bisa mengurangi biaya proses kredit hingga 25%. Baik perbankan maupun nasabah bisa semakin praktis.
"Sebab kita akan tanya orang ini track record-nya dulu gimana, kalau dia percaya dia akan langsung. Sekarang kan banyak permohonan kredit yang satu hari selesai, itu karena tinggal mengecek ke biro kredit saja," jelasnya.
Biro kredit ini juga memiliki nilai tambah karena informasinya sangat kaya, ada per sektor, per orang bahkan per gender.
"Jadi kita tahu berapa perempuan yagn mendapat kredit, semua ada disitu datanya. Banyak yang mana macetnya? Perempuan atau laki-laki. Informasi ada disana semua, itu yang jadi value added product," katanya.
Sementara Adam Sack,Country Manager IFC untuk Indonesia mengatakan, adanya biro kredit di BI berguna untuk mendukung pengawasan sektor finansial. Hal ini penting mengingat sekitar 2 juta permohonan kredit masuk setiap bulan.
"Ini menjadi info penting untuk perbankan yang akan menyalurkan pinjaman, itu menjadi salah satu alat menentukan keputusan kredit mereka," jelasnya.
Muliaman menambahkan, BI kini sedang bertukar pikiran dengan negara lain yang lebih berpengalaman mengelola biro kredit. Namun BI belum sampai pada tahap menjalin kerjasama, hanya ingin mempelajari bagaimana menjalankan sistemnya agar semakin sempurna.
Adam menambahkan, BI dan pihak-pihak lainnya akan terus membahas upaya mencapai best practices international tentang biro kredit guna meningkatkan pembiayaan.
"Selain itu untuk membantu memperkuat sektor finansial karena dengan info yang lebih baik, keputusan akan lebih baik, penyaluran kredit akan lebih prudent dan BI bisa mengawasi lebih baik lagi," pungkasnya. (qom/ir)











































