Masih Seret, Pemesanan ORI005 Baru Rp 2,788 Triliun

Masih Seret, Pemesanan ORI005 Baru Rp 2,788 Triliun

- detikFinance
Rabu, 27 Agu 2008 21:38 WIB
Masih Seret, Pemesanan ORI005 Baru Rp 2,788 Triliun
Jakarta - Penjualan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI005 benar-benar seret. Sudah hampir 9 hari masa penawaran dibuka, pesanan ORI yang masuk baru Rp 2,788 triliun.

"Berdasarkan laporan dari agen penjual per 27 Agsts 2008, jumlah pemesanan ORI005 sampai dengan tanggal 27 Agustus sebesar Rp 2,788 Triliun," kata Direktur Surat Berharga Negara Depkeu Bhimantara Widyajala kepada detikFinance, Rabu (27/8/2008).

Masa penawaran penawaran ORI dibuka mulai 19 Agustus hingga 29 Agustus. ORI005 ini memberikan tingkat kupon 11,45% dengan tenor 5 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah pemesanan ORI yang seret ini benar-benar jauh dari penerbitan ORI sebelum-sebelumnya. Bahkan untuk penerbitan ORI terakhir yakni seri ORI004, pesanan yang masuk mencapai Rp 13,46 triliun dan seluruhnya diserap.

Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto sebelumnya mengatakan, salah satu penyebab rendahnya pemesanan ORI ini adalah karena kalah bersaing dengan deposito bank.

Bhimantara sebelumnya mengatakan, salah satu penyebab rendahnya penawaran ORI adalah karena kinerja agen penjual yang kurang optimal dan juga kondisi pasar yang kurang baik termasuk adanya penawaran bunga deposito yang tinggi.

"Kita tahu kondisi likuiditas sedang ketat dan bank juga saat ini menawarkan rate deposito yang tinggi. Jadi kondisinya seperti itu saat ini," katanya.

Namun rasanya alasan suku bunga deposito perbankan yang lebih menarik kurang tepat mengingat kini bunganya berkisar hanya 6-9%.

Bhimantara juga menyampaikan daftar 5 agen penjual dengan persentase capaian yang paling tinggi per 27 Agustus yakni: BNI (92,36%), Danareksa (80,94%), BCA (76,76%), Bank Mandiri (69,87%), Trimegah (52,69%).

Sedangkan 5 agen penjual dengan kinerja terburuk hingga 27 Agustus adalah: Bank Mega (4,21%), Danamon (4,24%), Bank Niaga (8,15%), HSBC (10,46%), NISP (12,82%).

(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads