ORI Tak Laku Karena Ada Deposito Berbunga Hingga 12%

ORI Tak Laku Karena Ada Deposito Berbunga Hingga 12%

- detikFinance
Kamis, 28 Agu 2008 12:59 WIB
ORI Tak Laku Karena Ada Deposito Berbunga Hingga 12%
Jakarta - Sejumlah bank menawarkan suku bunga yang menggiurkan hingga 12%. Tak heran, Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI005 yang hanya menawarkan kupon 11,45% tak laku.

Namun Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengingatkan, perang suku bunga deposito ini beresiko bagi nasabah. Menurutnya, perang suku bunga yang terjadi saat ini memang akibat seretnya likuiditas, sehingga perbankan berlomba-lomba menawarkan suku bunga menarik untuk menyerap dana dari masyarakat.

"Sebagai contoh, ada informasi bahwa beberapa bank menawarkan deposito untuk Rp 5 miliar dan jangka waktu 6 bulan dengan bunga 12%, sementara ORI005 memberikan kupon 11.45% untuk 5 tahun. Tingkat bunga penjaminan LPS 8,75%. Siapa yg dirugikan? Nasabah bank. Karena jika bank collapse hanya Rp100 juta yang dijamin. Tapi karena bunga deposito 12% sedangkan bunga penjaminan LPS hanya 8,75%, maka seluruh depositonya, berapapun jumlahnya akan hilang," urai Rahmat kepada detikFinance, Kamis (28/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilanjutkannya, jika bank-bank kesulitan karena kredit macet maka perbankan akan meminta Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek dari Bank Indonesia. "Dan akhirnya minta pembiayaan darurat dari APBN melalui penerbitan SUN," imbuh Rahmat.

Sementara menurut Rahmat, instrumen ORI005 masih menjadi alternatif bagi masyarakat untuk berinvestasi aman karena dijamin penuh oleh pemerintah.

Ia menambahkan, ORI005 akan memberikan keuntungan kepada investor mengingat dalam 5 tahun mendatang bunga akan turun karena pemerintah dan BI akan mati-matian mengelola inflasi. '

"Coba lihat dalam asumsi RAPBN 2009, inflasi akan turun, nilai tukar rupiah menguat, bunga turun dan akibatnya harga-harga SUN/ORI005 akan naik. Jadi, perang bunga deposito dapat berakibat hancurnya kepercayaan masyarakat kepada sektor perbankan," paparnya.

Rahmat mengakui bahwa hingga 9 hari masa penawaran, jumlah pesanan ORI005 belum juga menggembirakan karena agen penjual  belum maksimal kinerjanya.

"Agen penjualnya banyak yang belum optimal kerjanya. Padahal bunga efektif ORI005 sebenarnya di atas 12% karena dibayarkan bulanan. Agen tidak menjelaskan hal ini," pungkasnya.



(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads