ORI Kelima Tidak Laku

Updated

ORI Kelima Tidak Laku

- detikFinance
Senin, 01 Sep 2008 16:32 WIB
ORI Kelima Tidak Laku
Jakarta - Penjualan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri kelima atau ORI005 tetap tidak mampu menarik minat investor ritel. Tidak terpenuhinya target penjualan menjadi penguat hal tersebut.

Selama masa penawaran ORI005 pada 19-29 Agustus total pemesanan ORI ini hanya mencapai Rp 2,71 triliun dari 18 agen penjual atau 43,61 persen dari target penjualan Rp 6,22 triliun.

Padahal tingkat reference yield kupon ORI yakniΒ  FR0049 sudah naik sebesar 43 basis poin dari 11,4 persen pada masa penawaran menjadi menjadi 11,83 persen pada saat penutupan masa penawaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun investor lebih tergiur untuk menempatkan dananya di deposito. Maklum saja tingkat bunga deposito ada yang telah mencapai 11,75 persen sampai 12,05 persen selama masa penawaran ORI005. Ini berarti bunga yang ditawarkan deposito perbankan jauh di atas bunga tingkat penjaminan LPS yang 8,75 persen.

Faktor kedua yang memicu minimnya minat mayarakat adalah likuiditas yang ketat di pasar keuangan, atau perbankan .

Faktor keempat adalah kurangnya pemahaman investor terhadap fluktuasi harga ORI, terutama pada saat penurunan harga ORI002, ORI003, dan ORI004 yang cukup dalam di bawah 100 persen.

"Meskipun pemesanan ORI005 tidak segencar ORI004 namun rata-rata pemesanan ORI005 lebih baik dibanding ORI004," ujar Direktur Surat Berharga Negara Bhimantara Widyajala dalam jumpa pers di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (1/9/2008).

Rata-rata pemesanan ORI005 mencapai Rp 194 juta sedangkan ORI004 rata-ratanya sebesar Rp 357 juta. "Jadi investor ORI005 benar-benar ritel," ujarnya.

Selain itu, investor baru juga semakin banyak, porsi investor baru terhadap investor keseluruhan untuk ORI005 relatif meningkat dari 76 persen dari 04 menjadi 84 persen di ORI005.

Porsi jumlah pemesan dan volume pemesanan untuk kelompok Rp 5 juta sampai Rp 500 juta juga meningkat dari 85,2 persen untuk ORI004 menjadi 93,2 persen di ORI 005. (ddn/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads