Selama masa penawaran ORI005 pada 19-29 Agustus total pemesanan ORI ini hanya mencapai Rp 2,71 triliun dari 18 agen penjual atau 43,61 persen dari target penjualan Rp 6,22 triliun.
Padahal tingkat reference yield kupon ORI yakniΒ FR0049 sudah naik sebesar 43 basis poin dari 11,4 persen pada masa penawaran menjadi menjadi 11,83 persen pada saat penutupan masa penawaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor kedua yang memicu minimnya minat mayarakat adalah likuiditas yang ketat di pasar keuangan, atau perbankan .
Faktor keempat adalah kurangnya pemahaman investor terhadap fluktuasi harga ORI, terutama pada saat penurunan harga ORI002, ORI003, dan ORI004 yang cukup dalam di bawah 100 persen.
"Meskipun pemesanan ORI005 tidak segencar ORI004 namun rata-rata pemesanan ORI005 lebih baik dibanding ORI004," ujar Direktur Surat Berharga Negara Bhimantara Widyajala dalam jumpa pers di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (1/9/2008).
Rata-rata pemesanan ORI005 mencapai Rp 194 juta sedangkan ORI004 rata-ratanya sebesar Rp 357 juta. "Jadi investor ORI005 benar-benar ritel," ujarnya.
Selain itu, investor baru juga semakin banyak, porsi investor baru terhadap investor keseluruhan untuk ORI005 relatif meningkat dari 76 persen dari 04 menjadi 84 persen di ORI005.
Porsi jumlah pemesan dan volume pemesanan untuk kelompok Rp 5 juta sampai Rp 500 juta juga meningkat dari 85,2 persen untuk ORI004 menjadi 93,2 persen di ORI 005. (ddn/ir)











































