Hal tersebut disampaikan Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto dan Direktur Surat Berharga Negara Bhimantara Widyajala dalam jumpa pers di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (2/9/2008).
Berikut kinerja 18 agen penjual ORI:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Bank Mandiri, target Rp 750 miliar realisasi Rp 652,84 miliar atau 87,05%.
- Bank Central Asia, target Rp 700 miliar realisasi Rp 579,77 miliar atau 82,82%.
- Bank Negara Indonesia, target Rp 850 miliar realisasi Rp 332,735 miliar atau 39,15%.
- Danareksa Sekuritas, target Rp 250 miliar realisasi Rp 202,505 miliar atau 81%.
- Trimegah Securities, target Rp 300 miliar realisasi Rp 158,535 miliar atau 52,85%.
- Reliance Sekuritas, target Rp 300 miliar realisasi Rp 110,055 miliar atau 36,69%.
- PT Bank Rakyat Indonesia, target Rp 150 miliar, realisasi Rp 77,49 miliar atau 55,61%
- PT Pan Indonesia Bank, target Rp 150 miliar realisasi Rp 77,49 miliar atau 51,66%.
- PT Bank NISP, target Rp 300 miliar realisasi RpRp 73,565 miliar atau 24,52%.
- PT Bank Internasional Indonesia Rp 300 miliar realisasi Rp71,345 miliar atau 23,78%.
- HSBC, target Rp 250 miliar realisasi Rp 61,665 miliar atau 24,67%.
- PT Bank Lippo, target Rp 500 miliar realisasi Rp 60,89 miliar atau 12,18%.
- PT Bank Bukopin, target Rp 75 miliar realisasi Rp 56,17 miliar atau 74,89%.
- PT Bank CIMB Niaga, target Rp 300 miliar realisasi Rp 53,74 miliar atau 17,91%
- Citibank, target Rp 250 miliar realisasi Rp 50,99 miliar atau 20,4%.
- PT Bank Permata, target Rp 200 miliar realisasi Rp 43,28 miliar atau 21,64%.
- PT Bank Danamon, target Rp 400 miliar realisasi Rp 32,345 miliar atau 8,09%
- Bank Mega target Rp 200 miliar realisasi Rp 13,535 miliar atau 6,77%.
Selama masa penawaran ORI005 pada 19-29 Agustus total pemesanan ORI ini hanya mencapai Rp 2,71 triliun dari 18 agen penjual atau 43,61 persen dari target penjualan Rp 6,22 triliun.
Padahal tingkat reference yield ORI005 yakni FO0049 sudah naik sebesar 43 basis poin dari 11,4 persen menjadi 11,83 persen pada saat penutupan masa penawaran.
Atas rendahnya penyerapan ORI ini, pemerintah berniat mengurangi jumlah agen penjual. Pemerintah akan memanfaatkan pegawai-pegawai Depkeu di daerah.
"Untuk ke depan mungkin agen penjual akan kita kurangi mungkin hanya beberapa bank saja. Kita akan memanfaatkan jaringan kantor Depkeu di daerah seperti kantor perbendaharaan," ujar Rahmat.
(qom/ir)











































