"Kredit mikro kita cukup tinggi, meskipun kredit konsumsi untuk kendaraan bermotor
melalui Adira Finance juga tinggi. Untuk mikro sendiri Rp 10 triliun atau 15% dari
keseluruhan kredit sampai Juli 2008," kata Wakil Presiden Direktur Bank Danamon Jos Luhukay di Jakarta, Selasa malam (2/9/2008).
Ia menambahkan sekarang ini kredit konsumsi tumbuh pesat yang didorong oleh tingginya konsumsdi kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat terutama dibanyak daerah di luar Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengenai kredit korporasi tetap mengikuti perkembangan harga komoditas. Kalau harga komoditas turun, maka akan turun," jelasnya.
Dikatakannya, hingga akhir tahun 2008, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit bisa
mencapai 20%. Ia optimis bahwa masalah kehati-hatian akan tetap menjadi perhatian
yaitu dengan penerapan manajemen risiko.
"Kami tidak takut dengan kondisi perekonomian saat ini, soal risiko, yang penting
adalah tetap me-manage dengan benar," ujarnya.
Pada semester I tahun 2008 Danamon mampu membukukan laba bersih sebesar Rp1,16
triliun atau meningkat 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan
disebabkan oleh naiknya pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dan margin
bunga bersih (NIM).
Pendapatan bunga bersih Danamon naik 20% mencapai Rp 4,06 triliun dan NIM naik
menjadi 11,4% pada semester I tahun 2008 dibandingkan periode yang sama tahun lalu
sebesar 10%. Sehingga earning per share (EPS) naik dari Rp204,87 menjadi Rp229,81, return on assets (ROA) sebesar 2,5% dan return on equity (ROE) sebesar 22,15.
Sedangkan dari sisi passiva, total pendanaan Danamon tumbuh 11% dari Rp71 triliun menjadi Rp 78,7 triliun sejalan peningkatan deposito berbunga rendah dan pendanaan jangka panjang.
(hen/qom)











































