"Maybank dapat menginformasikan bahwa sehubungan dengan keadaan sekitar yang tidak dapat dihindari dan diluar kontrol, selanjutnya Maybank dan Panin tidak dapat memroses lebih lanjut proses membentuk perusahaan patungan," jelas Maybank dalam pernyataannya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/9/2008).
Maybank sebelumnya sudah berdiskusi dengan Panin untuk membeli 60% saham PT Anugrah Life Insurance, yang merupakan anak usaha Panin Life.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, pada April lalu Maybank sempat mengutarakan niatnya untuk menggunakan anak usahanya yakni Maybank Fortis Holdings Berhard untuk memuluskan rencananya ini. Rencana baru ini sekaligus memunculkan harapan bahwa akuisisi akan berjalan mulus, sehingga Maybank bisa segera memasuki pasar Indonesia.
Padahal Depkeu sebelumnya juga telah memberikan izin untuk proses akuisisi ini pada 8 Mei 2008 melalui surat No. S.655/MK-10/2008.
Ini berarti kegagalan kedua dari Maybank untuk masuk ke pasar Indonesia. Maybank sebelumnya tak bisa mencapai ending dari proses pembelian BII setelah izin akuisisinya dicabut Bank Sentral Malaysia.
Meski kesandung dua kali, namun Maybank mengaku tak kapok untuk terus mencari investasi di Indonesia. Bank terbesar Malaysia ini mengaku akan terus mencari celah-celah investasi di Indonesia.
"Karena Indonesia masih menjadi target pangsa pasar ekspansi asuransi dan takaful Maybank, maka Maybank akan terus mencari opsi yang mungkin untuk mengembangkan kedua bisnis itu di Indonesia," imbuh Maybank lagi.
Saham Maybank stabil di level 7,70 ringgit sebelum pengumuman tersebut. Saham Maybank sejauh ini sudah merosot hingga 16,3% sepanjang tahun ini.
(qom/qom)











































