Follow detikFinance
Rabu 21 Sep 2016, 08:04 WIB

Ini Dia Penyebab Bokek dan Cara Mengatasinya

Annissa Sagita - detikFinance
Ini Dia Penyebab Bokek dan Cara Mengatasinya Foto: Istimewa
Jakarta - Merasa bulan ini banyak pengeluaran? Atau merasa ketika Anda terima bonus atau gaji atau penghasilan ekstra, pasti ada saja pos yang 'tidak terduga' dan menghabiskan bonus Anda? Padahal Anda selalu menganggarkan pengeluaran bulanan Anda dan menurut perhitungan seharusnya cukup atau bahkan seharusnya ada sisa untuk ditabung/diinvestasikan, namun kenyataannya tidak.

Hmm, mungkin Anda melupakan satu pos pengeluaran yang selalu berulang, namun tidak setiap bulan, yaitu: pengeluaran tahunan. Pengeluaran tahunan merupakan pengeluaran yang setiap tahunnya selalu berulang, namun karena luput dari perhitungan/anggaran bulanan Anda, ketika sudah waktunya Anda membayar pengeluaran tahunan maka habislah pemasukan bulanan atau bahkan bonus Anda.

Berikut ini adalah beberapa poin pengeluaran tahunan yang terkadang luput:
  • Apabila Anda pemilik kendaraan, selalu ada biaya STNK, servis/ganti oli. Servis memang tergantung dari kilometer pemakaian kendaraan, dan biasanya memang tidak terasa sudah harus servis lagi, sudah harus bayar STNK lagi.
  • Asuransi jiwa/kesehatan yang dibayar tahunan/semesteran. Biaya asuransi jika Anda memilih membayar semesteran/tahunan cukup menguras kantong.
  • Biaya keanggotaan: iuran tahunan kartu kredit (sekitar Rp 250-500rb). Ini cukup terjangkau namun apabila Anda memiliki di atas 2 kartu kredit, lumayan juga.
  • Biaya tahunan lain: apabila Anda memiliki blog pribadi, maka akan ada pembayaran domain dan hosting setiap tahun.
  • Biaya tahunan anak sekolah. Tidak hanya uang pangkal yang cukup besar, beberapa sekolah menarik biaya di awal tahun ajaran baru untuk buku, ekskul, field trip dan lain-lain.
  • Biaya hari raya: mudik lebaran (apabila THR tidak cukup), kurban, biaya natal (hadiah, pakaian) dan lain sebagainya.
  • Biaya-biaya yang sifatnya mendadak: perbaikan gadget, renovasi atap rumah yang bocor, biaya rumah sakit saat ada keluarga yang sakit, dan lain-lain.

Mungkin pengeluaran tahunan ini nggak seberapa, tapi kalau semuanya 'jatuh tempo' saat yang bersamaan, lumayan juga kan? Hal inilah yang kerap kali menyeret keuangan bulanan menjadi besar pasak daripada tiang.

Lalu harus bagaimana?
Jika Anda adalah seorang karyawan yang menerima gaji rutin dan punya bonus tahunan, bonus tahunan bisa Anda andalkan untuk membayar semua pengeluaran di atas. Masalahnya hanya satu: waktu/timing untuk membayar pengeluaran tahunan tersebut di atas berbeda-beda. Ketika Anda menerima bonus tahunan, hitung total semua pengeluaran tahunan hingga tahun depan. Sisihkan dalam rekening yang berbeda (jangan bawa kartu ATM-nya sehari-hari), pisahkan dari rekening pengeluaran sehari-hari, dan hanya gunakan saat tiba waktunya membayar pengeluaran tahunan tersebut.

Bagi Anda yang merupakan freelancer atau berbisnis, Anda harus menyiapkan sendiri 'bonus tahunan' Anda. Setelah mengetahui total pengeluaran tahunan, Anda bisa menyicilnya selama 12 bulan atau beberapa bulan sebelum saatnya membayar tiba. Anda juga bisa membayarnya dari saat siklus bisnis Anda sedang tinggi-tingginya di setiap tahun (disisihkan dari pemasukan terbesar).

Khusus poin no.7, Anda harus menyiapkan dana terpisah yang biasa disebut dana darurat. Dana darurat ini adalah dana taktis yang tersedia dalam rekening atau bisa juga dalam bentuk logam mulia, yang khusus untuk keperluan darurat: mendadak dan penting. Dana ini harus dipisahkan dari dana untuk pengeluaran tahunan di atas. (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed