Sayangnya, dalam prakteknya, ternyata tak semudah yang dibayangkan. Pengetahuan perencanaan keuangan yang saya dapatkan tersebut, sepertinya hanya bisa saya lakukan beberapa bulan. Selanjutnya, saya kembali pada kebiasaan lama. Saya akui, saya kadang memang kurang disiplin mengikuti perencanaan yang saya buat sendiri. Pak Aidil, bagaimana mengatasi persoalan ini? Bagaimana memotivasi diri agar disiplin? Selain keidisiplinan, apalagi ya yang mesti saya lakukan agar perencanaan yang dibuat bisa dilaksanakan? Terima kasih atas jawabannya.
Dina Wulandari, Jakarta
Jawaban:
Yang Terhormat Ibu Dina Wulandari,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disiplin yang tinggi akan terbentuk dari suatu motivasi atau dorongan atau keinginan yang tinggi dan itu akan terbentuk dari suatu proses Perencanaan yang matang yang biasanya dilakukan dengan bantuan seorang Perencana Keuangan. Bukan berarti ibu tidak dapat melakukan sendiri akan tetapi usaha yang harus ibu lakukan lebih keras lagi.
Apa yang harus dilakukan untuk dapat berhasil didalam menyusun Perencana Keuangan? Pertama lakukan visualisasi dari Perencanaan tersebut. Contoh, apabila ibu ingin membeli sebuah rumah maka sedapat mungkin ibu mempunya gambar rumah idaman tersebut. Apabila ibu ingin mempersiapkan dana pendidikan anak, maka miliki gambar ataupun foto dari kampus tujuan anak tersebut kelak. Apabila ibu berencana membeli mobil atau kendaraan, maka taruh gambar mobil idaman ibu di tempat-tempat yang sering ibu lihat seperti cermin kamar, di kulkas, dan lain sebagainya.
Ingat, semua dimulai dari sebuah mimpi yang kemudian diwujudkan menjadi sebuah perencanaan yang terukur dan terencana. Semakin tajam mimpi kita semakin ingin kita mencapai impian tersebut akan semakin kuat keinginan ibu untuk mewujudkannya. Efek positifnya adalah ibu akan bisa bertahan berdisiplin dalam menjalankan Perencanaan Keuangan yang telah ibu buat.
Kedua, lakukan perhitungan-perhitungan Perencana Keuangan yang benar. Carilah informasi dengan cermat untuk setiap kebutuhan keuangan ibu dan keluarga kemudian lakukan perhitungan kebutuhan itu sampai ibu menemukan berapa besar dana yang harus ibu sisihkan setiap bulannya. Perhitungan yang dilakukan secara hati-hati dan benar akan menjamin tingkat akurasi Perencanaan ibu untuk mencapai tujuan keuangan dimasa depan tersebut.
Ketiga, lakukan perubahan secara bertahap dan tidak drastis (kecuali apabila ibu sudah berada di ambang batas krisis keuangan keluarga), misalkan kondisi keuangan bulanan ibu sudah minus sangat dalam atau ibu sudah terjebak didalam hutang. Didalam kondisi yang kritis tersebut harus dilakukan perubahan secara drastis. Diluar dari itu, dalam kondisi normal dimana masih terdapat kelebihan dana setiap bulannya maka melakukan Perencana Keuangan mirip seperti ibu melakukan diet untuk menguruskan badan. Apabila ibu lakukan secara drastis mungkin dapat bertahan dalam jangka pendek, akan tetapi ibu akan kembali makan dan timbangan akan kembali ke posisi semula.
Keempat, buat skala prioritas dari tujuan keuangan keluarga. Ingat, tidak semua kebutuhan keuangan atau tujuan keuangan ibu bisa didapatkan semua untuk kondisi saat ini. Tapi bukan berarti juga keinginan ibu tidak tercapai. Kondisi keuangan dan kehidupan ibu akan berubah. Nah, perubahan kondisi keluarga dan keuangan (yang lebih baik) akan memungkinkan ibu untuk mendapatkan tujuan keuangan yang sebelumnya tidak tercapai.
Lima, sabar. Perencanaan Keuangan bukanlah proses menjadi kaya mendadak. Perencanaan Keuangan memerlukan ketekunan dan kesabaran yang tinggi untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan ibu. Terkadang kegiatan ini harus dilakukan seumur hidup kita agar segala keinginan dapat dicapai.
Terakhir, apabila ibu dan keluarga masih mentok juga maka carilah bantuan seorang Perencana Keuangan yang profesional dan bersertifikat Internasional. Ingat, hal paling berharga yang tidak dapat dibeli adalah waktu. Daripada ibu berusaha dan gagal berkali-kali sehingga waktu ibu telah terbuang beberapa tahun, maka lebih baik berkonsultasi dan minta bantuan Perencana Keuangan profesional. Meskipun ibu harus membayar biaya konsultasi akan tetapi ibu akan mendapatkan bantuan dan ilmu secara profesional untuk mengurangi kesalahan yang mungkin ibu lakukan apabila ibu kerjakan sendiri. SELAMAT MENCOBA
(qom/qom)










































