Katanya, Serakah Itu Bagus (1)

Katanya, Serakah Itu Bagus (1)

- detikFinance
Senin, 15 Okt 2012 08:22 WIB
Katanya, Serakah Itu Bagus (1)
Jakarta - Well, hari ini bursa Indonesia, which is IHSG, sedang dalam keadaan merah. Ini disebabkan karena adanya keadaan profit taking dan sentiment negatif dalam pasar kita sekarang ini kemudian semakin dipacu dengan keadaan ‘emas hitam’ yang turun sehingga index-index nya Indonesia juga ikutan ditekan.... Belum lagi adanya prediksi yang membuat kita makin ngerii,,,,” demikian kira-kira sekelumit informasi yang bisa anda dapatkan dari catatan di website saya terkesan canggih sekali.

Atau mungkin anda pernah menonton film WallStreet 2, di film itu Michael “Gecko” Douglas mengatakan “Greed is Good” atau “Serakah itu Bagus.” Atau mungkin anda sering dengar kata-kata seperti ini “Wah saya mah dapat bunga 10% setahun tidak cukup”, anda mungkin pernah mendengar seseorang mengatakan hal tersebut atau bahkan anda sendiri merasakan hal yang sama. Bagaimana dengan 15% ataupun 20% per tahun? Banyak orang yang tetap merasakan hasil investasi atau bunga sebesar angka di atas tersebut tetap tidak cukup.

Angka double digit tersebut tentu saja tidak akan cukup apabila dibandingkan dengan kenaikan harga saham BUMI (dulu) atau Telkom atau saham-saham pertambangan di Indonesia yang bisa memberikan hasil investasi sampai ratusan persen seperti yang diberitakan oleh banyak media (tapi pada saat turun jarang ada yang menulis tentang saham tersebut). Kenaikan yang gila-gilaan ini bisa menyebabkan mengapa investor tidak akan pernah puas dengan hasil investasi yang “hanya” 15%-20% per tahun tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rata-rata hasil investasi di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak tahun 1988 sampai dengan tahun 2006 (18 tahun) adalah hampir mencapai 30% per tahun. Sengaja di sini saya tidak mengikut sertakan kenaikan di tahun 2007 karena sangat signifikan sekali dan terkesan “bubble”. Sedangkan di tahun 2008 kondisi pasar dunia dilanda kelesuan karena adanya Global Crisis yang menyebabkan harga-harga saham rontok sebelum kembali lagi ke posisi semula seperti saat ini.

Oleh sebab itu saya dapat memberikan kesimpulan bahwa rata-rata hasil investasi yang bisa anda ekspetasikan dari bursa di Indonesia (IHSG) adalah di sekitar 25% per tahun, meskipun hasil real-nya lebih tinggi dari itu.

Investor di Indonesia dimanjakan dengan hasil investasi yang double digit dan tinggi, antara 15-25% per tahun. Padahal di luar negeri termasuk di Amerika Serikat, hasil investasi 10%-15% saja sudah istimewa sekali. Di tulisan berikutnya saya akan membahas ke manakah Serakah akan membawa investasi kita.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads