Wearable Investment & Asset (1)

Wearable Investment & Asset (1)

- detikFinance
Rabu, 14 Nov 2012 11:08 WIB
Wearable Investment & Asset (1)
Jakarta - Suka lihat foto di majalah-majalah mahal yang isinya banyak orang “kaya”. Atau para artis dan selebritas ibu kota yang tampil di Infotainment dengan membaggakan “tentengan”-nya?

Sebenarnya istilah Wearable Investment ini bukan hal baru atau barang baru, sudah lama banyak orang yang menggunakan barang-barang (baik di badan ataupun kebutuhan sehari-hari) yang masuk ke dalam kategori “investment”.

Akan tetapi belum banyak yang membahas tentang hal ini. Tergelitik dari melihat-lihat kaum “the Have” alias orang kaya yang sekarang dikenal dengan Socialita yang sering tampil di majalah untuk menunjukan eksistensi diri, harus dilengkapi dengan barang-barang bermerek yang harganya jutaan bahkan sampai ratusan juta atau bahkan miliaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun tidak semua yang ada di foto majalah-majalah tersebut adalah sosialita beneran, ada juga Social Climber (alias pengen ikut-ikutan tampil bak sosialita), akan tetapi satu ciri khas mereka adalah tampil dengan branded item, khususnya tas tangan (untuk para kaum Hawa).

Dari sinilah timbul keinginan untuk mendalami materi ini. Memang definisi investasi khusus untuk barang-barang ini akan berada di luar pakem definisi investasi biasa. Akan tetapi Wearable Investment dapat dikategorikan, barang-barang (aset) yang kita beli yang mempunyai beberapa kriteria yaitu:
1. Diminati banyak orang
2. Mempunyai nilai jual kembali
3. Harga jual kembali bisa turun sedikit, stabil sama atau bahkan naik
4. Bisa juga barang-barang koleksi (collectible item)

Barang-barangnya pun bisa berjenis macam-macam. Untuk kaum Hawa bisa berupa tas tangan dan aksesories yang harganya jutaan rupiah tersebut, ada juga emas perhiasan dan berlian alias diamond. Sementara untuk kaum Adam bisa berupa jam tangan ataupun kendaraan (mobil dan motor) yang mempunyai nilai jual kembali dengan harga yang tinggi.

Satu hal yang harus diingat adalah bahwa tidak semua barang bermerek (branded item) masuk ke dalam kategori Wearable Investment. Karena merek-merek tersebut juga mempunyai kelas-kelas tertentu.

Misalkan ada merek-merek yang masuk ke dalam kelas A, ada juga merek-merek yang meskipun berasal dari negara yang sama, misalnya Italia atau Prancis masuk ke dalam kategori kelas B dan seterusnya. Kalaupun merek-merek tertentu tersebut masuk kedalam kategori Wearable Investment tetapi tidak semua model yang ditawarkan bisa masuk kedalam kategori di atas tersebut.

Jadi untuk para wanita (pria juga sih) yang hobi belanja harap berhati-hati dalam mengatasnamakan “investasi” ketika membeli barang mewah tersebut. Karena bisa saja itu tidak termasuk kategori barang investasi tapi hanya bentuk pembenaran atas hobi belanja tadi. Dalam tulisan berikutnya kita akan bahas lebih detil ke 4 kategori Wearable Investment di atas.


(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads