1. Diminati banyak orang
Sebuah barang bisa masuk ke dalam kategori Wearable Investment apabila barang tersebut diminati oleh banyak orang. Tingkat likuiditas dari suatu barang akan menentukan apakah barang tersebut masuk kedalam kategori Wearable Investment ini.
2. Mempunyai Nilai Jual Kembali
Tingkat likuiditas di atas berhubungan sangat erat dengan nilai jual dan nilai pasar dari barang atau investasi tersebut. Semakin tinggi likuiditasnya maka semakin tinggi nilai jual dari barang tersebut yang bisa didapatkan. Karena pada akhirnya sebuah barang baru bernilai dan masuk ke dalam kategori investasi apabila ada orang lain yang berminat dan ingin membeli barang tersebut. Semahal apapun barang apabila tidak mempunyai nilai jual kembali dan tidak diminati banyak orang tidak akan menjadi suatu barang investasi apalagi Wearable Investment.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sinilah letak keunikan dari Wearable Investment ini, di mana harga jual kembali barang tersebut bisa turun sedikit, atau bahkan stabil, di beberapa jenis barang bahkan bisa naik daripada harga beli semula. Naik turunnya harga ini sangat erat kaitannya dengan hukum ekonomi supply dan demand atau permintaan dan penawaran barang tersebut yang erat kaitannya dengan dua kategori diatas yaitu jumlah peminat barang dan jumlah barang serta nilai jual kembali.
4. Bisa juga Barang-barang koleksi (collectible item) atau Limited Edition
Barang-barang yang masuk kategori Wearable Investment bisa juga berasal dari barang-barang koleksi atau barang-barang dengan jumlah terbatas alias Limited Edition yang memang digemari dan dicari oleh banyak orang. Kata kunci dari semua kategori diatas adalah โdicariโ oleh banyak orang, mengapa demikian? Karena saat ini banyak produsen barang, terutama barang mewah, yang mengeluarkan produk yang diproduksi dalam jumlah sedikit atau istilah mereka Limited Edition. Akan tetapi karena satu dan lain hal, meskipun jumlah produknya sedikit, tetapi tidak banyak orang yang mencari dan berminat pada produk tersebut. Akibatnya bisa ditebak bahwa barang yang tadinya kita anggap atau harapkan bisa menjadi Wearable Investment dan Collectible Item, karena jumlah terbatas, justru tidak bisa kita jual kembali karena tidak ada yang mau membeli.
Oleh sebab itu, selalu berhati-hatilah apabila kita ingin menentukan mana produk yang bisa kita anggap sebagai Wearable Investment dan mana yang tidak.
(ang/ang)











































