Menyusun Goal Keuangan Awal Tahun (2)

Menyusun Goal Keuangan Awal Tahun (2)

Aidil Akbar Madjid - detikFinance
Selasa, 22 Jan 2013 14:23 WIB
Menyusun Goal Keuangan Awal Tahun (2)
Jakarta - Apabila pada tulisan sebelumnya sudah dibahas bahwa tidak ada yang mampu menyusun goal selain Anda sendiri karena masing-masing unik dan bersifat pribadi. Sementara goal sendiri harus realistis dan bisa dicapai meskipun anda harus berusaha keras untuk mencapainya.

Dalam sambungan tulisan kali ini akan dibahas tentang prioritas Goal dalam kehidupan. Anda dapat mengikuti tahapan di bawah ini untuk membuat daftar prioritas dalam goal finansial pribadi. Tahapan penyusunan goal dengan pendekatan proses perencanaan keuangan :

1. Buatlah daftar harapan/keinginan
Langkah pertama adalah menjabarkan seperangkat goal dalam membuat daftar harapan. Umumnya goal Anda akan dibagi dalam 3 kategori berdasarkan waktunya. Goal jangka pendek yang dapat dicapai tahun depan seperti membeli mobil atau berlibur. Goal jangka menengah ditempuh kurang dari 5 tahun seperti melunasi utang, atau menyiapkan DP rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian beberapa goal jangka panjang contohnya persiapan pensiun dan dana pendidikan anak terutama biaya kuliahnya. Sementara untuk biaya pendidikan anak tingkat awal seperti TK, SD, SMP, SMU masuk kedalam kategori goal jangka pendek dan jangka menengah.

Agar membuat goal anda lebih menantang dan dapat tercapai, maka buatlah goal Anda kongkret dan spesifik. Untuk lebih afdolnya, Anda lengkapi seperti tenggat waktu dan estimasi biaya yang diperlukan.

2. Prioritas
Anda juga membutuhkan daftar prioritas agar dapat fokus pada goal yang sangat penting bagi Anda dan keluarga Anda. Tidaklah mudah untuk meraih semua goal, apalagi dalam waktu dekat, maka memutuskan untuk menentukan goal yang prioritas sangat penting.

Jika Anda memiliki anak contohnya ada pengeluaran ekstra untuk susu, mainan, menu bergizi dan lain-lain maka mungkin goal untuk liburan ke Eropa di tunda dulu dan mungkin Anda juga melupakan impian kendaraan baru.

Contoh lain misalnya, anda harus menunda dulu Keputusan Anda untuk pendidikan lanjut karena Anda belum punya persiapan pension anda. Pembelian rumah yang lebih besar juga di tunda karena anak Anda belum punya investasi pendidikan.

Yang tidak kalah penting adalah memecah goal-goal besar anda menjadi goal-goal yang kecil atau lebih kecil sehingga lebih mudah untuk dicapai. Bagaimana caranya? Akan dibahas dalam tulisan berikut.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads