Yes, betul hanya 6 kali alias 6 penawaran per bulan. Hal ini dikarenakan regulasi mengenai penawaran produk keuangan baik investasi maupun produk pinjaman yang ditawarkan melalui telepon diatur dan diawasi sangat ketat.
Penawaran tersebut termasuk juga telepon ke rumah maupun ke seluler (hand phone). Saya masih ingat ketika dulu menjadi Perencana Keuangan di Amerika dan mencoba menelpon prospek (dulu belum ada twitter dan facebook) yang dikenal dengan istilah Cold Call, banyak sekali regulasi dan aturan baku yang harus kita lakukan ketika melakukan penawaran melalui telpon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tawaran utang pun mulai dari Kartu Kredit, KTA, Pinjaman Serba Guna, tranfer balance dan lain sebagainya. Belum lagi penawaran asuransi yang sekarang juga ikut-ikutan merajalela melalui telepon yang membuat sering kali saya merasa 'ngeri' kalau telepon berdering dan tidak pernah menjawab telepon dari nomor yang tidak saya kenal atau tidak ter-register.
Dengan tidak jelasnya aturan penawaran utang melalui telepon ini, serta data based nomor telepon dan HP kita yang di-'perjualbelikan' secara gelap oleh banyak orang, jelas-jelas hal ini bisa saja cukup mengganggu.
Lalu, bagaimana kita menghadapi gempuran tawaran utang ini? Apakah kita harus mengambilnya? Kalau tidak diambil sekarang apakah tawaran ini akan terlewatkan dan tidak datang lagi?
Yang harus selalu diingat adalah, selama kita tidak punya utang, atau selalu membayar utang kita on-time artinya kita termasuk ke dalam kategori orang-orang yang bertanggung jawab terhadap utang. Dan sudah tentu hal tersebut akan membuat institusi keuangan lain ingin “menjalin hubungan bisnis” dengan kita.
Oleh sebab itu tidak perlu takut tawaran tersebut akan pergi, sehingga kita tidak perlu meladeni semua tawaran yang disampaikan ke kita.
Bagaimana dengan tawaran yang menggiurkan tersebut? Apabila kita sudah punya cicilan rumah (KPR) dan cicilan mobil sedang berjalan sekarang, maka kemungkinan besar kita sudah tidak bisa membayar tambahan cicilan alias sudah tidak bisa mengambil utang baru.
Karena lembaga keungan kemungkinan sudah menghitung bahwa jumlah cicilan bulanan atas 2 utang di atas tidak lebih dari 30% dari penghasilan. Akan tetapi tetap menjadi kewajiban kita untuk menghitung ulang apakah jumlah cicilan bulanan kita tidak melebihi angka 30% dari penghasilan.
So, butuh atau tidak butuh dari penawaran utang tersebut bukan dari jumlah uang yang ditawarkan akan tetapi dilihat dari kemampuan kita mencicilnya. Hati-hati terbenam dalam lautan utang.
(ang/ang)











































