Enggak Enak Gara-gara Uang

Enggak Enak Gara-gara Uang

- detikFinance
Selasa, 22 Okt 2013 07:03 WIB
Enggak Enak Gara-gara Uang
Jakarta - Judul yang aneh ya? Benar, seaneh kondisinya. Ada seorang teman yang naksir perempuan, dan untuk memberikan impresi yang baik serta keliatan bonafid dia membawanya untuk makan malam (candle light dinner) di sebuah rstoran mewah di Jakarta yang lagi nge-hit.

Mereka memesan makanan yang tidak murah, dan ketika mau bayar yang terjadi kartu kredit ditolak. Sementara restoran tersebut tidak menerima kartu debit card untuk pembayaran.

Berapa banyak dari Anda yang pernah mengalami kondisi seperti ini? Mau bayar barang dan dengan bangga mengeluarkan kartu kredit berwarna emas untuk digesek, kemudian pramuniaga dengan tatapan sinis mengatakan... β€œMaaf pak/bu kartunya tidak bisa dipakai, mungkin belum dibayar.”

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atau berapa banyak dari Anda yang pernah mengalami pergi ramai-ramai bersama teman, ketika ingin membayar Anda dengan baik hati 'nombokin' pakai kartu kredit Anda yang ujung-ujungnya ditolak karena limit sudah habis atau kartu di-'freeze'?.

Pernah kejadian kan? Mendapati kartu kredit ditolak adalah salah satu kondisi atau momen yang memalukan, dan kondisi ini paling sering dialami oleh kita semua. Kira-kira kondisi keuangan memalukan dan membuat kita merasa tidak enak gara-gara uang apa lagi yang sering terjadi pada diri kita sehari-hari? Ini beberapa contohnya:

Meminjamkan uang kepada seseorang (biasanya teman) tapi nggak enak untuk menagihnya meskipun tahu bahwa orang tersebut sudah punya uang dan Anda sendiri sebenarnya sedang butuh uang.

Saya terpaksa berpartisipasi dalam bertukar kado di acara akhir tahun kantor, dan saya satu-satunya yang justru tidak dapat kado karena jumlah orang/pegawai yang ikutan ganjil.

Punya uang pecahan Rp 100 ribu tapi tidak bisa belanja apa-apa karena tokonya tidak punya kembalian.

Atau hal yang mirip punya uang Rp 100 ribu tapi tidak bisa bayar taksi karena enggak ada kembaliannya dan terpaksa Anda harus lari-lari ke sana kemari untuk cari uang pecahan buat bayar argo taksinya.

Masuk jalan tol, pas mau bayar ternyata lupa ambil uang untuk bayar tol (enggak ada uang cadangan di dompet).

Datang ke acara (seperti arisan) atau acara di rumah teman (sahabat) dan mendapatkan β€œtekanan” secara halus untuk membeli barang yang sedang ditawarkan di acara tersebut, hanya supaya yang punya rumah bisa dapat hadiah gratis.

Anak Anda meminjam uang kepada orang tua salah satu temannya untuk jajan dalam jumlah yang tidak sedikit serta tidak bilang/lapor ke Anda, dan ketika Anda datang ke acara sekolah, orang tua tersebut menagih uangnya kembali.

Menerima undangan perkawinan atau kelulusan atau undangan apapun dari seseorang yang tidak terlalu Anda kenal atau tidak terlalu dekat.

Kepepet harus membagi rata tagihan makanan di restoran padahal Anda cuma pesan air putih dalam botol dan makanan kecil sementara teman-teman yang lain pada pesan steak, ribs, bahkan salmon yang harganya mahal.

Kondisi-kondisi di atas adalah kondisi keuangan yang bikin enggak enak, malu terkadang jengkel dan kalau sering kali terjadi bisa membuat kantong dan keuangan bulanan Anda jebol. So, berhati-hatilah sangat sampai enggak enak gara-gara uang.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads