Masih Karyawan Kontrak Tapi Ingin Investasi, Bisakah?

Masih Karyawan Kontrak Tapi Ingin Investasi, Bisakah?

- detikFinance
Selasa, 06 Mei 2014 07:07 WIB
Masih Karyawan Kontrak Tapi Ingin Investasi, Bisakah?
Jakarta - Pertanyaan dari pembaca: Assalamualaikum, nama saya Ares (21th). Saya bekerja sebagai karyawan kontrak di salah satu kawasan industri di karawang. Dengan kontrak kerja selama 1 tahun. Penghasilan sekitar Rp 3 juta/bulan saya ingin berinvestasi untuk masa depan saya.

Pertanyaan saya, investasi jenis apakah yang cocok untuk saya? Berapakah dana yang cukup untuk saya investasikan?

Jawaban:
Waalaikumsalam Mas Ares,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terimakasih atas pertanyaannya. Saya apresiasi sekali dengan usia mas Ares yang tergolong muda tetapi sudah merencanakan tujuan jangka panjang. Sayangnya dalam kesempatan ini, Mas Ares tidak menyebutkan apa tujuan keuangan dari mas Ares, berapa lama waktu yang ditargetkan untuk mencapai tujuan tersebut dan berapa besar biayanya. Tetapi tidak apa, kami akan mencoba menjawab sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.

Sebelum memulai berinvestasi kita harus mengenal terlebih dahulu tentang profil risiko kita, apakah termasuk ke dalam profil risiko konservatif, moderat atau agresif. Mengetahui profil risiko merupakan hal yang sangat mendasar dalam memulai berinvestasi, karena hal ini akan berhubungan dengan produk investasi yang akan kita ambil nantinya.

Setelah kita mengetahui masuk ke dalam profil risiko jenis apa, barulah kita tahu sebaiknya produk apa yang cocok untuk kita ambil dalam berinvestasi. Tetapi ada hal yang harus juga kita perlu ketahui dalam memulai berinvestasi.

Beberapa hal tersebut adalah mengecek adakah utang konsumtif, bagaimana dengan pemasukan dan pengeluaran bulanan, apakah plus atau minus, sudah siapkah dengan tabungan darurat jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan dan juga bagaimana dengan proteksi asuransi, sudahkah di-cover oleh perusahaan atau belum, jika sudah pastikan apakah cover-an asuransi yang kita miliki sudah cukup atau belum.

Nah, beberapa hal tersebut di atas adalah hal yang harus kita ketahui sebelum kita memulai membuat perencanaan keuangan dan berinvestasi.

Dalam menentukan besaran investasi yang harus kita sisihkan sebenarnya tergantung ada tujuan keuangan kita masing-masing. Kapan tujuan tersebut akan dicapai, berapa nilai yang akan dicapai, adakah kenaikan harga/nilai dari sebuah barang tersebut juga kita perlu mengetahuinya, setelah itu barulah kita dapat tahu berapa besaran uang yang bisa kita sisihkan setiap bulannya atau berapa besaran uang yang kita investasikan untuk mendapatkan tujuan keuangan kita.

Happy Planning!

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads