Saya baru memulai usaha sebagai distributor hijab dan join dengan teman untuk memasarkan produk yang diproduksi teman saya tersebut. Saya ingin fokus di usaha ini dan kebetulan saya juga ingin memiliki mobil sebagai alat transportasi usaha.
Jika saya ingin mengambil kredit di bank sebanyak Rp 200 juta untuk transportasi dan modal usaha, transportasi seperti apa yang pas untuk tujuan saya tersebut dan metode pembayaran apa yang cocok untuk transportasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawaban:
Dear Mbak Widi, terima kasih atas pertanyaannya.
Kami sangat mengapresiasi keinginan Anda untuk memiliki sebuah usaha di luar dari pekerjaan Anda saat ini yang sudah memiliki penghasilan tetap dengan nominal yang sebenarnya relatif cukup besar untuk seseorang di usia Anda.
Sebelum jauh membicarakan perihal target Anda untuk memiliki sebuah usaha yang tentu harus didukung oleh sebuah perencanaan keuangan yang tepat, penting bagi Anda sendiri untuk dapat merencanakan keuangan pribadi Anda agar nantinya tidak malah mengganggu kondisi keuangan secara keseluruhan, baik itu keuangan personal maupun bisnis Anda.
Dari sisi keuangan pribadi, di usia Anda yang masih 25 tahun dan (kami asumsikan) belum menikah sehingga belum memiliki tanggungan, yang perlu diperhatikan setelah diasumsikan bahwa memang Anda sudah memiliki cash flow yang positif adalah pemenuhan akan emergency fund atau yang kita kenal pada umumnya dengan sebutan dana darurat.
Dana ini harus bersifat taktis dan harus ditempatkan pada instrumen keuangan yang likuid sehingga mudah untuk mengkonversinya menjadi uang tunai. Kebutuhan dana darurat untuk seseorang yang masih belum memiliki tanggungan adalah sebesar tiga kali dari pengeluaran rutin dan wajib bagi Anda, apabila belum memilikinya, untuk mulai mencicil kebutuhan akan dana ini.
Dengan penghasilan rutin Anda sebesar Rp 6,5 juta per bulan, sebelumnya disebutkan bahwa Anda telah mengalokasikan Rp 500.000 untuk kebutuhan asuransi. Berita kurang baiknya, sampai saat ini masih banyak orang yang terkecoh dengan produk asuransi yang tepat untuk dirinya sendiri sehingga bisa ditebak, kebutuhan akan perlindungan (proteksi) diri pun tidak sesuai dengan produk yang digunakan.
Oleh karena itu, saat ini Anda perlu mengecek kembali kebutuhan asuransi dari diri Anda untuk disesuaikan dengan produk yang nantinya hendak digunakan. Di usia yang masih 25 tahun dan belum memiliki tanggungan, maka yang wajib Anda miliki saat ini adalah proteksi dalam bentuk asuransi kesehatan.
Coba saat ini Anda cek kembali jenis asuransi apa yang telah Anda ikuti, sehingga apabila nantinya jenis asuransi yang Anda ikuti di luar dari kebutuhan Anda, Anda dapat mengalihkan alokasi tersebut ke pos-pos yang lebih penting dan memang perlu untuk Anda lakukan.
Selain itu, coba diteliti kembali dengan manfaat asuransi yang diberikan oleh kantor Anda karena sebagai karyawan, pada umumnya juga diberikan tunjangan perlindungan kalau nantinya Anda sakit. Apabila tunjangan dari kantor dirasa cukup, maka Anda bahkan tidak memerlukan asuransi, baik jiwa maupun kesehatan.
Namun, apabila dirasa tidak cukup, yang Anda perlukan saat ini adalah bagaimana memaksimalkan perlindungan pada penggantian biaya kesehatan Anda jika nantinya Anda sakit.
Setelah semuanya terpenuhi, maka Anda baru dapat memikirkan untuk mengembangkan kelebihan dana yang Anda miliki dengan berinvestasi yang salah satunya dengan menjalankan rencana bisnis yang hendak Anda tekuni.
Prinsip yang harus Anda tekankan adalah keuangan bisnis Anda tidak boleh mengganggu keuangan pribadi apalagi yang menyangkut dengan hal-hal yang bersifat elementer atau kebutuhan dasar akan hal-hal yang sebelumnya juga telah dijabarkan, begitu pula sebaliknya.
Oleh karena itu, penting bagi Anda sebelum memulai bisnis untuk sudah memiliki pengkajian akan bisnis yang nantinya akan dijalankan, baik dari sisi kualitatif maupun kuantitatifnya. Apabila secara keseluruhan sudah dirasa baik untuk dijalankan dan Anda membutuhkan modal untuk menunjang infratruktur bisnis dengan salah satunya memiliki kendaraan, maka Anda dapat menyesuaikan jenis kendaraan yang nantinya hendak Anda miliki dengan kemampuan Anda untuk mencicilnya.
Untuk memilih kendaraan, Anda perlu menekankan dan memaksimalkannya pada fungsi penggunaannya, bukan pada sisi baru atau tidaknya kendaraan, sehingga kebutuhan akan modal tersebut tidak terlalu membebani Anda.
Selanjutnya, pastikan bahwa cicilan yang boleh Anda miliki besarannya maksimal 30% dari penghasilan atau maksimal 35% apabila memang cicilan tersebut digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif.
Apabila nantinya sudah berjalan dan dapat tertutupi dari penghasilan bisnis Anda, maka persentase cicilan tersebut dapat diambil dari keuntungan bisnis dan kelebihan lainnya dapat dibayarkan kembali kepada Anda yang telah berinvestasi pada kendaraan tersebut sebelumnya.
Pada akhirnya, Anda tetap harus memiliki kesiapan mental yang kuat dalam menjalankan bisnis selain dari modal finansial yang juga tetap penting. Apabila modal finansial Anda dapat dikelola dengan baik dengan pengaturan yang juga terstruktur, maka tujuan Anda untuk sudah memiliki bisnis yang dapat menunjang penghasilan rutin Anda sehingga pemasukan Anda menjadi semakin stabil ke depannya akan sangat mungkin terwujud.
(ang/ang)











































