Saya ingin memiliki rumah di Jakarta kisaran harga Rp 200-250 juta (masuk gang), tidak bisa KPR. Kira-kira di mana saya bisa mendapatkan pinjaman untuk pengajuan rumah dan bagaimana prosedurnya?
Terima kasih
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terimakasih atas pertanyaan Anda. Memiliki rumah sendiri adalah idaman setiap keluarga. Dengan KPR, masyarakat dimudahkan untuk memiliki rumah sendiri. Namun tanpa KPR, agak lebih sulit untuk memiliki rumah.
Anda bisa saja mengajukan pinjaman lain, misalnya Kredit Tanpa Agunan (KTA). Namun perlu diingat, KTA memiliki bunga yang sangat tinggi. Jika per bulannya bunga KTA 1,5-2%, maka per tahun bunganya bisa mencapai 18-24%. Sedangkan bunga KPR antara 8-13%.
Yang perlu Anda perhatikan adalah besarnya cicilan setiap bulannya. Sangat disarankan besarnya cicilan setiap bulannya adalah 30% dari penghasilan utama, yaitu penghasilan Anda. Jika penghasilan Anda Rp 4 juta per bulan, maka maksimal cicilan yang dapat Anda bayar setiap bulannya adalah Rp 1,2 juta.
Dengan maksimal cicilan per bulan Rp 1,2 juta, maka pinjaman yang bisa Anda dapatkan berkisar di bawah Rp 50 juta. Berarti ada selisih Rp 150 β 200 juta yang harus Anda kumpulkan untuk menutupi harga rumah tersebut.
Bila tabungan Anda saat ini belum mencapai nilai tersebut, ada beberapa alternatif yang dapat Anda lakukan.
Pertama, mengganti target rumah, yaitu lokasinya. Saat ini banyak rumah-rumah berharga di bawah Rp 200 juta di kota-kota satelit di luar Jakarta yang dapat dibeli dengan KPR.
Hal ini tentu akan lebih memudahkan Anda dari segi cicilan. Konsekuensinya tentu adalah adanya ongkos transportasi yang lebih tinggi dibandingkan rumah di tengah kota.
Kedua, Anda dapat mencari penghasilan tambahan untuk menabung membeli rumah yang Anda inginkan. Namun ingat bahwa semakin lama menabung maka harga rumah pun akan semakin tinggi.
Selamat membeli rumah!
(ang/ang)











































