Saat ini saya punya pengeluaran yang bisa dikatakan wajib tiap bulan, berupa asuransi kesehatan sebesar Rp 300 ribu, biaya sehari-hari sebesar Rp 1,2 juta, dana darurat Rp 500 ribu.
Dengan sisa penghasilan saya Rp 1 juta sekiranya investasi apa yang bisa mendukung keinginan saya tersebut supaya dalam 5 tahun ke depan tercapai?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawaban:
Terimakasih atas pertanyaan Anda. Sayang sekali Anda tidak menyebutkan status Anda, apakah masih single atau sudah berkeluarga. Kami asumsikan di sini Anda masih single.
Salut atas kesadaran Anda yang telah memiliki asuransi kesehatan dan tabungan rutin untuk dana darurat. Anda juga telah memiliki tujuan untuk investasi Anda.
Perlu kami ingatkan, jika Anda masih single, kebutuhan dana darurat Anda minimal tiga kali pengeluaran. Pengeluaran wajib Anda tiap bulan adalah Rp 1,2 juta ditambah asuransi kesehatan Rp 300 ribu, total Rp 1,5 juta.
Sehingga minimal dana darurat yang Anda butuhkan adalah Rp 4,5 juta. Jika tiap bulan Anda menabung rutin Rp 500 ribu untuk dana darurat, total dana darurat akan tercapai pada bulan ke-9.
Di bulan ke10, Rp 500 ribu tersebut dapat Anda alihkan untuk menambah investasi rutin Anda, sehingga total investasi menjadi Rp 1,5 juta. Namun jika Anda sudah berkeluarga atau memiliki tanggungan, tentunya dana darurat yang Anda butuhkan lebih besar.
Pastikan asuransi kesehatan Anda juga telah memberi perlindungan yang maksimal. Gunakan asuransi kesehatan murni dan cek plafonnya apakah mencukupi jika seandainya Anda sakit dan harus dirawat di rumah sakit terdekat dengan tempat tinggal atau tempat Anda bekerja. Jika telah memiliki tanggungan, siapkan juga asuransi kesehatan untuk mereka.
Sebelum berinvestasi, selain jangka waktu Anda juga harus mengetahui berapa angka yang Anda tuju. Contohnya, Anda perlu mencari informasi berapakah harga hunian di Badung-Bali saat ini. Jika tujuan Anda adalah 5 tahun lagi, tentunya harga hunian tersebut sudah naik. Berapakah kenaikannya hingga 5 tahun ke depan? Target angka itu lah yang perlu Anda kejar.
Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah profil risiko. Apakah Anda sudah mengetahui profil risiko Anda? Profil risiko adalah informasi pribadi yang menggambarkan sensitivitas Anda terhadap risiko investasi, dan informasi ini sangat berbeda setiap orang.
Di firma perencanaan keuangan kami AFC Financial, untuk mengetahui profil risiko klien, kami memerlukan serangkaian data-data pribadi dan keuangan serta tes untuk memastikan profil risikonya, sehingga tidak bisa sembarangan. Pemilihan produk investasi sangat bergantung pada profil resiko ini.
Setiap investasi beresiko, namun setiap resiko dapat dikalkulasi (calculated risk), termasuk caranya adalah dengan pemilihan produk. Jangka waktu 5 tahun dapat dikategorikan menengah-panjang, namun jika profil risiko Anda konservatif, hindari berinvestasi di produk-produk yang agresif dan beiesiko tinggi. Jangan hanya tergiur dengan imbal hasil/return investasi karena return selalu berbanding lurus dengan risiko.
Selamat berinvestasi!
(ang/ang)










































