Sebentar Lagi Nikah, Mending Beli atau Kontrak Rumah?

Sebentar Lagi Nikah, Mending Beli atau Kontrak Rumah?

- detikFinance
Rabu, 15 Okt 2014 07:16 WIB
Sebentar Lagi Nikah, Mending Beli atau Kontrak Rumah?
Jakarta - Pertanyaan dari Pembaca: Saya Nadia, dua bulan lagi saya akan menikah. Penghasilan saya dan calon suami kalau ditotal hampir Rp 5 juta per bulan. Total tabungan kami hingga bulan ini adalah Rp 18 juta. Di tahun 2016 kami ingin sudah memiliki rumah sendiri.

Pertanyaan saya, kami berencana mengontrak rumah terlebih dahulu, dengan harga kontrakan per tahunnya tidak lebih dari Rp 8 juta. Sebaiknya kami mengontrak satu tahun dahulu atau langsung dua tahun?

Kedua, sambil mengontrak, kami berencana untuk membeli rumah, dengan kisaran harga tidak lebih dari Rp 300 juta. Bagaimana cara kami mengatur keuangan dengan kondisi kami harus membayar kontrakan plus membeli rumah?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban:
Terima kasih Nadia atas pertanyaannya,

Kami ucapkan selamat atas rencana anda untuk menikah dalam waktu dekat. Memang, bagi pasangan yang akan berumah tangga pada umumnya akan sangat memimpikan untuk memiliki rumah tinggal sendiri.

Hal tersebut wajar-wajar saja dan selama memang jelas tujuan keuangannya, maka Anda dapat merencanakannya dari saat ini juga agar dapat dilakukan tindakan-tindakan nyata dalam upaya mencapai tujuan kepemilikan rumah tersebut.

Terkait target Anda untuk memiliki sebuah rumah pada tahun 2016 atau sekitar dua tahun lagi, maka yang mungkin Anda lakukan dengan penghasilan Anda saat ini adalah membeli sebuah rumah dengan cara kredit atau KPR.

Fokus yang harus Anda miliki saat ini adalah pembentukan dana untuk pembayaran DP rumahnya. Hal ini nantinya akan berkaitan dengan rencana Anda untuk tinggal sementara dengan cara mengontrak.

Apabila tujuan Anda membeli rumah dalam dua tahun lagi sedangkan pada saat menikah nanti Anda belum memiliki tempat untuk tinggal berdua, maka mengontrak rumah dapat menjadi pilihan. Dengan biaya kontrak yang rencananya sebesar Rp 8 juta per tahun, maka anda kira-kira tiap bulannya perlu menyisihkan sebesar Rp 670 ribu. Sedangkan apabila diakumulasikan selama dua tahun, maka kebutuhannya menjadi sebesar Rp 16 juta.

Rencana Anda memiliki sebuah rumah dengan harga Rp 300 juta saat ini, apabila diasumsikan tingkat kenaikan harga rumah rata-rata sebesar 20% setiap tahunnya (setiap daerah berbeda-beda, penting untuk Anda melakukan riset sederhana tentang daerah rencana Anda membeli rumah tinggal), maka pada dua tahun mendatang harga rumah akan menjadi sebesar Rp 432 juta, dengan besaran DP rumah yang rendah bisa berkisar 20% dari nilai rumah, maka dana yang perlu anda persiapkan besarannya adalah sekitar Rp 86 juta.

Tentu asumsi ini berlaku apabila yang Anda maksud harga rumah dengan kisaran Rp 300 juta dengan nilai saat ini, apabila dengan nilai 2 tahun lagi dengan harga Rp 300 juta, maka besaran DP yang terbentuk dapat lebih kecil.

Untuk membentuk dana sebesar Rp 86 juta, tentu diperlukan strategi-strategi serta perencanaan keuangan yang lebih matang. Dengan tabungan yang ada saat ini sebesar Rp 18 juta, tentu selisih kekurangannya masih cukup besar untuk ditutupi.

Yang perlu Anda lakukan bersama dengan suami Anda nantinya adalah terbuka akan setiap aset yang dimiliki. Karena penghasilan yang juga akan meningkat tiap tahunnya, maka Anda dan suami dapat kembali mengindentifikasi aset-aset apa yang telah dimiliki, penghasilan-penghasilan lain (misalnya bonus atau pekerjaan lainnya) yang dapat menunjang keberhasilan pembentukan DP rumah pada nantinya.

Anda juga dapat menyiasati dengan melakukan penyesuaian cash flow bulanan Anda yang salah satunya dapat dilakukan dengan mengefisienkan pengeluaran. Selain itu, Anda juga dapat mengamankan uang Rp 16 juta yang akan Anda keluarkan dalam dua tahun mengontrak dengan misalnya masih tinggal dengan orang tua Anda atau cara lainnya yang menurut Anda dapat lebih mengefektifkan penghasilan yang ada.

Yang terpenting, jangka waktu yang pendek selama dua tahun ke depan jangan membuat Anda menjadi akhirnya berupaya dengan segala cara untuk mencapai target memiliki sejumlah dana tersebut, apalagi sampai tergiur akan produk atau skema investasi yang menjanjikan hasil sangat tinggi.

Tetap pelajari investasi yang cocok sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda, serta pergunakan produk-produk investasi yang telah diregulasi.

Selamat merencakan, semoga sukses!

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads