Saya ingin di tahun 2015 sudah bisa mulai ambil KPR, ingin punya rumah di Yogyakarta dengan harga Rp 600 jutaan. Apakah bisa, dan bagaimana cara terbaiknya?
Saat ini saya baru punya tabungan Rp 40 juta dan sebaiknya uang tersebut saya taruh di investasi apa?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawaban:
Terima kasih Dhani atas pertanyaannya,
Di usia yang masih muda, saya selalu mengapresiasi atas usaha orang-orang yang tidak hanya memikirkan untuk kebutuhan saat ini saja, tapi juga kebutuhan-kebutuhan yang pasti ada di masa mendatang.
Salah satunya tentu berkaitan dengan kepemilikan aset, dalam hal ini rumah tinggal. Hal tersebut merupakan tujuan keuangan umum yang kebanyakan klien kami miliki. Selama memang jelas tujuan keuangannya dan besaran dana yang nantinya hendak dicapai, maka Anda dapat merencanakannya dari saat ini juga agar dapat dilakukan tindakan-tindakan nyata dalam upaya mencapai tujuan kepemilikan rumah tersebut.
Terkait target Anda untuk memiliki sebuah rumah pada tahun 2015 atau sekitar satu tahun ke depan, dengan penghasilan Anda saat ini serta melihat juga besaran tabungan yang Anda sebutkan di pertanyaan, maka membeli sebuah rumah dengan cara kredit atau KPR memang dapat menjadi solusi.
Fokus yang harus Anda miliki saat ini adalah pembentukan dana untuk pembayaran DP rumahnya. Rencana Anda memiliki sebuah rumah di Jogja dengan harga Rp 600 juta saat ini, apabila diasumsikan tingkat kenaikan harga rumah rata-rata sebesar 20% setiap tahunnya (setiap daerah berbeda-beda, penting untuk Anda melakukan riset sederhana tentang daerah rencana Anda membeli rumah tinggal), maka pada tahun mendatang harga rumah dapat menjadi sebesar Rp 720 juta.
Dengan besaran DP rumah yang rendah bisa berkisar 20% dari nilai rumah, maka dana yang perlu anda persiapkan besarannya adalah sekitar Rp 145 juta. Tentu asumsi ini berlaku apabila yang anda maksud harga rumah dengan kisaran Rp 600 juta dengan nilai saat ini, apabila yang Anda maksud membeli rumah dengan harga pada saatnya nanti sebesar Rp 600 juta, maka besaran DP yang terbentuk dapat lebih kecil.
Untuk membentuk dana sebesar Rp 145 juta dalam jangka waktu setahun ke depan, tentu diperlukan strategi-strategi serta perencanaan keuangan yang lebih matang. Dengan tabungan yang ada saat ini sebesar Rp 40 juta, tentu selisih kekurangannya masih cukup besar untuk ditutupi.
Yang perlu anda lakukan sedari sekarang adalah mengidentifikasi kembali setiap aset yang dimiliki. Mengapa demikian? Karena seringkali orang tidak sadar akan aset-aset yang dimiliki yang sesungguhnya dapat membantunya dalam mencapai tujuan keuangannya atau dalam hal ini menambah pembentukan dana untuk membayar DP rumah anda nantinya.
Penghasilan yang juga akan meningkat tiap tahunnya, serta penghasilan-penghasilan lain (misalnya bonus atau pekerjaan lainnya) juga dapat menunjang keberhasilan pembentukan DP rumah Anda. Anda juga dapat menyiasatinya melalui penyesuaian cash flow bulanan Anda yang salah satunya dapat dilakukan dengan mengefisienkan pengeluaran Anda.
Dengan tujuan pembelian rumah dalam jangka pendek (satu tahun), maka Anda pun hanya dapat masuk pada instrumen investasi konservatif yang otomatis juga akan berdampak pada tingkat imbal hasil yang juga relatif kecil.
Oleh karena itu, jangka waktu tujuan keuangan yang pendek selama satu tahun ke depan jangan malah membuat Anda menjadi akhirnya berupaya dengan segala cara untuk mencapai target memiliki sejumlah dana tersebut, apalagi sampai tergiur akan produk atau skema investasi yang menjanjikan hasil sangat tinggi.
Tetap pelajari investasi yang cocok sesuai dengan profil resiko dan tujuan keuangan Anda, serta pergunakan produk-produk investasi yang telah diregulasi. Apabila Anda tertarik untuk tahu lebih jauh tentang produk-produk investasi yang dapat mendukung masing-masing tujuan keuangan Anda.
Semoga membantu dan selamat merencanakan.
(ang/ang)











































