PNS Ingin Atur Uang Demi Menikah dan Beli Rumah Sekaligus

PNS Ingin Atur Uang Demi Menikah dan Beli Rumah Sekaligus

- detikFinance
Jumat, 21 Nov 2014 06:56 WIB
PNS Ingin Atur Uang Demi Menikah dan Beli Rumah Sekaligus
Jakarta - Pertanyaan dari Pembaca: Dear detikFinance. Saya Tian, PNS dengan penghasilan sekitar Rp 5 juta per bulan. Dalam waktu setahun ke depan saya berencana menikah.

Dana persiapan sudah ada sebagian, meski belum mencukupi untuk keseluruhan event. Kurang lebih masih membutuhkan dana Rp 50 juta.

Namun pada saat yang bersamaan, hasil diskusi dengan calon istri, kami ingin mengajukan KPR dengan harga rumah sekitar Rp 300 juta. Masalahnya untuk DP kami tidak memiliki dana lebih sehingga solusi satu-satunya adalah dengan berutang (estimasi kami nominal Rp 100 juta, tenor 10 tahun, cicilan nantinya Rp 1,8 juta per bulan).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harapannya, ketika nanti kami sudah menikah maka kami sudah memiliki rumah sendiri.

Saya ingin konsultasi, apakah sudah tepat langkah kami? Ataukah kami siapkan dana untuk pernikahan dulu, sedangkan untuk KPR nanti saja setelah menikah sembari menunggu dana terkumpul untuk DP.

Yang menjadi pertimbangan saya, tingkat kenaikan harga rumah tidak seiring dengan peningkatan penghasilan. Sehingga kami kawatir ketika nantinya kami menunda KPR, nominal untuk DP di daerah itu sudah jauh melebihi kemampuan kami.

Terima kasih

Jawaban:
Yth Bapak Tian,

Terimakasih atas pertanyaan Anda. Salut bagi Anda yang sudah memikirkan KPR sebelum menikah.

Betul sekali hasil pertimbangan Anda, kenaikan harga properti memang tidak sebanding dengan kenaikan penghasilan, sehingga apabila Anda menunda, maka bisa jadi harga properti akan berada di luar jangkauan Anda.

Namun saat ini Anda memiliki rencana untuk menikah, dan tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Yang dapat Anda lakukan saat ini adalah menentukan prioritas, mana yang lebih penting antara biaya menikah atau KPR.

Masing-masing memang ada konsekuensinya, tanggal pernikahan tinggal setahun lagi dan Anda sudah tahu biaya yang dibutuhkan, namun untuk memiliki rumah sendiri pun butuh biaya yang tidak kalah besarnya.

Apabila menurut Anda KPR lebih penting, Anda masih memiliki waktu untuk mengubah konsep pernikahan menjadi lebih sederhana dan menekan biaya pernikahan tersebut, dengan konsekuensi tidak semeriah yang Anda inginkan atau bahkan merelakan tidak mengundang kerabat dalam jumlah besar, sehingga biaya yang tadinya Anda sisihkan untuk menikah dapat dialokasikan untuk KPR.

Namun apabila menurut Anda pernikahan lebih penting karena menyangkut kebanggaan keluarga, maka Anda harus merelakan biaya DP KPR terkumpul lebih lama.

Jika Anda ingin berutang untuk biaya DP KPR, Anda perlu berhati-hati karena dengan berutang untuk DP Anda akan membayar cicilan 2x, yaitu cicilan DP dan cicilan KPR.

Apakah jumlah dari keduanya melebihi 30% total penghasilan Anda? Ingat, saat Anda hidup berkeluarga nanti tentu saja pengeluaran Anda akan menjadi ganda apalagi dengan biaya tempat tinggal (cicilan, listrik, air, belanja bulanan dst).

Jangan lupa dengan adanya kemungkinan naiknya cicilan KPR di tahun kedua atau ketiga karena kebijakan bunga floating dari bank.

Dengan demikian, semoga Anda bisa menentukan prioritas. Selamat merencanakan keuangan!

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads