Mengapa Tujuan Keuangan Saya Tidak Tercapai? (2)

Mengapa Tujuan Keuangan Saya Tidak Tercapai? (2)

- detikFinance
Selasa, 13 Jan 2015 06:58 WIB
Mengapa Tujuan Keuangan Saya Tidak Tercapai? (2)
Jakarta - Di tulisan sebelumnya, yang juga sudah saya twit di akun @AidilAKBAR dengan tagar #GoalSetting sudah kita bahas bagaimana seharusnya membuat tujuan keuangan yang baik dengan menggunakan metode SMART. Apa itu SMART? Bagi yang ketinggalan informasinya silahkan bisa baca di tulisan sebelumnya.

Nah, menyambung dari tulisan sebelumnya tersebut, maka kali ini kita akan membahas langkah demi langkah membuat lembar atau buku tujuan keuangan kita.

Kunci dari kesuksesan dalam latihan ini adalah Jujur. Banyak orang gagal dalam mencapai tujuan keuangan bahkan gagal dalam membuat daftar tujuan keuangan karena mereka tidak jujur terhadap diri sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marilah kita lakukan beberapa langkah di bawah ini. Harap mengikuti instruksi dengan baik dan benar ya. Step pertama, Ambil selembar kertas kosong, boleh kertas polos atau kertas tulis bergaris garis untuk anak sekolahan.

Pada tepi sebelah kiri dari kertas tersebut buat nomor urut ke bawah 1 sampai 5 kemudian skip 1 baris, kemudian lanjutkan ke nomor 6 sampai 10, skip lagi satu baris, dan lanjut ke nomor 11 sampai 15. Sebagai contoh kita buat sebanyak 15 saja dulu sebagai bahan untuk latihan, nanti anda bisa membuat lebih lengkap lagi sendiri.

Step kedua, Di nomor 1 sampai dengan 5 saja, tuliskan keinginan dan tujuan keuangan anda yang ingin tercapai selama 2015 ini saja, tujuannya bisa apapun bentuknya.

Maksudnya dari kalimat sebelumnya ini adalah di nomor 1 sampai 5 tujuan apa saja yang anda ingin terjadi ditahun 2015 ini saja ya, misalnya umroh, jalan-jalan ke Bangkok, ganti mobil dan lain sebagainya.

Untuk di nomor 6 sampai 10 tuliskan keinginan dan tujuan keuangan yang ingin anda capai 5 tahun ke depan mulai 2016 sampai 2021. Tujuan keuangan ini bisa dilaksanakan di tahun-tahun tersebut, bisa juga dimulai di tahun tersebut.

Contoh tujuan keuangan antara lain: mau naik haji 3 tahun lagi, mau DP apartemen 4 tahun lagi, mau ambil sekolah S2 dua tahun lagi dan seterusnya. Sementara itu untuk nomor 11 sampai 15 masukan keinginan dan tujuan anda di atas 5 tahun lagi, misalnya kuliah anak, pensiun, dan lain-lain.

Step ketiga, di sebelah tujuan-tujuan keuangan tersebut masukan tahun spesifik kapan tujuan keuangan tersebut ingin tercapai (kalau bisa ada tanggal & bulan lebih bagus). Contoh untuk nomor 1 sampai 5, tujuan keuangan jalan-jalan ke Bangkok 20 Juni 2015, Umroh Agustus 2015, dan seterusnya.

Contoh untuk nomor 6 sampai 10, tujuan keuangan adalah DP apartemen Januari 2020, ambil sekolah S2 September 2017, menikah February 2019 dan seterusnya. Lakukan hal yang sama juga untuk goal nomor 11 sampai 15, tempatkan tahun-tahun disesuaikan dengan tujuan keuangan masing-masing.

Step berikutnya, Setelah melakukan hal di atas maka disebelahnya masukan biaya dari masing-masing tujuan keuangan atau goal tersebut. Biaya yang dimasukan menggunakan biaya dengan nilai nominal sekarang atau saat ini.

Anda kemudian bisa melihat dan menjumlahkan berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuangan anda. Dengan menggunakan kalkulator finansial, anda bisa tahu berapa besar biaya-biaya tersebut dibutuhkan kemudian harinya.

Juga dengan menggunakan kalkulator finansial, anda bisa menghitung berapa besar dana yang harus anda investasikan atau cicilkan setiap bulannya.

Selamat, anda sudah berhasil membuat tujuan keuangan dan tujuan hidup dengan baik. Now itโ€™s time to implement it.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads