Suami-Istri Punya Gaji Rp 10 Juta, Ini Cara Mengelolanya

Suami-Istri Punya Gaji Rp 10 Juta, Ini Cara Mengelolanya

- detikFinance
Jumat, 06 Mar 2015 07:17 WIB
Suami-Istri Punya Gaji Rp 10 Juta, Ini Cara Mengelolanya
Jakarta - Pertanyaan dari Pembaca: Saya seorang suami berumur 31 tahun dan sudah menikah dengan 1 putri. Total gaji kami berdua sebenarnya cukup besar, yaitu sekitar Rp 10 juta. Kami membagi pemasukan kami yaitu:

  • Belanja bulanan Rp 2 juta
  • Transportasi + uang makan kami berdua sebulan: Rp 2 juta
  • Listrik dan telekomunikasi: Rp 600.000
  • Pemberian ke orangtua Rp 400.000
  • Bayar 2 kartu kredit istri Rp 800.000
  • Gaji pembantu dan kredit motor Rp 1,3 juta
  • Tabungan Rp 2 juta dan itu pun kadang terpakai
  • Asuransi pendidikan anak Rp 6 juta per tahun (premi dibayar tahunan)
Kami sebenarnya ada pinjaman di kantor saya dan sudah dipotong dari gaji saya sekitar Rp 900.000. Di kantor saya dipotong juga untuk dana pensiun dan juga BPJS. Tapi kami merasa selalu tidak cukup. Pengeluaran di atas itu pasti.

Mohon bantuannya untuk perencanaan keuangannya agar kami ada dana darurat di luar tabungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terima kasih

Jawaban:
Halo! Salam kenal.

Terima kasih atas pertanyaannya, jika dilihat dari pertanyaan Anda total pengeluaran bulanan adalah sebesar Rp 10 juta, pas sekali dengan penghasilan gabungan Anda dan pasangan Anda setiap bulan.

Jadi tidak ada kelebihan penghasilan atau disposable income dalam cashflow bulanan keluarga Anda. Karena sebab inilah, mungkin Anda sulit untuk menyisihkan dana untuk keperluan yang lain.

Untuk membentuk cashflow positif dan mewujudkan tujuan keuangan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dapat dilakukan antara lain:

  • Melunasi utang konsumtif terlebih dahulu, yang biasanya terdapat pada utang kartu kredit. Bunga yang tinggi dalam dalam kartu kredit cukup membuat dompet kita terganggu. Selain itu juga hitung berapa persen total cicilan bulanan Anda, disarankan maksimal di 30-35% dari penghasilan utama.
  • Pastikan cashflow bulanan Anda positif, ada baiknya membicarakan dan mempertimbangkan kembali dengan pasangan Anda perihal pengeluaran rutin bulanan Anda, adakah pengeluaran yang bisa dihemat atau dialokasikan untuk hal lain.
  • Untuk membentuk dana darurat, idealnya Anda dengan 2 tanggungan menyusun 6x dari total pengeluaran bulanan Anda dan keluarga. Minimal ada 30% dari dana darurat yang dibutuhkan yang sudah Anda susun. Mulailah menyicil sejak sekarang, dari dana tabungan yang Anda sisihkan setiap bulannya.
  • Selain itu, cek kembali apakah asuransi pendidikan yang Anda miliki saat ini, sudah tepat manfaatnya atau belum. Untuk hal ini Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan perencana keuangan independen profesional.
Itulah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengecek awal kondisi keuangan Anda, dan menyusun dana darurat yang Anda inginkan.

Jika menginginkan penjelasan detil dan konsultasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Financial Planner Independent Profesional seperti kami untuk membantu Anda.

Semoga bermanfaat. Happy planning!

(ang/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads