Urusan Kelola Duit, Lebih Jago Laki atau Perempuan? (1)

Urusan Kelola Duit, Lebih Jago Laki atau Perempuan? (1)

Aidil Akbar - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2015 07:12 WIB
Urusan Kelola Duit, Lebih Jago Laki atau Perempuan? (1)
Jakarta - Suami cari duit, istri adalah menteri keuangannya. Nah sering sekali kita mendengar cerita seperti itu. Atau dari sisi perempuan kita juga sering mendengar Hartamu Hartaku – Hartaku Hartaku.

Sering sekali menjadi pertanyaan dan bahkan bisa menjadi perdebatan serius untuk menentukan sebenarnya siapa yang lebih jago alias jagoan dalam mengelola uang dan keuangan keluarga.

Ini bukan isu gender ya, dan saya yakin baik laki maupun perempuan akan punya argumen dan klaim masing-masing untuk menentukan siapa sebenarnya di antara mereka yang lebih jago dalam urusan mengelola duit, baik duit pribadi maupun keuangan dalam rumah tangga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum kita bahas kondisi di Indonesia ada baiknya kita melihat apa yang terjadi di negara maju seperti Amerika, di mana gender dianggap sudah lebih setara dan banyak perempuan yang mandiri dan sebagian besar bekerja.

Mari kita lihat riset dan study yang dilakukan oleh Financial Finesse di California, Amerika Serikat, hasilnya kurang lebih sebagai berikut:

β€’ Karena informasi tentang keuangan dan produk keuangan di sana sudah lebih maju dan mudah diakses, maka 84% dari pihak Laki klaim bahwa mereka mengerti sedikit tentang produk keuangan, jargon-jargon dan istilah keuangan seperti apa yang disebut Obligasi, Saham dan Reksa Dana, sementara Perempuan hanya sekitar 64% yang mengetahui tentang produk keuangan tersebut.

β€’ Sementara itu, 42% dari Laki merasa percaya diri dalam mengambil keputusan berinvestasi pilihan produk investasi mereka, sementara hanya 25% dari pihak perempuan yang percaya diri dalam hal berinvestasi.

β€’ Sedangkan 80% dari Laki mengatakan bahwa mereka bisa mengatur cash flow bulanan mereka dengan baik, dibandingkan dengan Perempuan yang 63%.

β€’ Ada sekitar 30% dari Laki merasa tidak nyaman dengan utang, sementara ada sekitar 46% dari Perempuan yang tidak nyaman dengan utang, khususnya utang konsumtif.

β€’ 65% dari Laki membayar lunas tagihan kartu kredit mereka setiap bulannya (ketika datang tagihan), sementara hanya 49% dari Perempuan yang membayar tagihan kartu kreditnya secara penuh setiap bulan.

β€’ Selisih terkecil adalah di bidang persiapan dana pensiun. Sekitar 19% dari Laki dan 12% dari Perempuan yang sama-sama percaya diri bahwa persiapan pensiun mereka sudah dilakukan jauh-jauh hari dan mereka percaya akan bisa mencukupi sekurang-kurangnya 80% kebutuhan keuangan mereka disaat pensiun.

β€’ Kedua pihak Laki dan Perempuan sama-sama berinvestasi pada Dana Pensiun yang dipersiapkan dari kantor mereka, dengan selisih yang tipis, Laki 92% Perempuan 91%.

Terlihat sekali bahwa penting bagi kita untuk bisa mengelola keuangan baik untuk laki-laki ataupun perempuan, itulah sebabnya banyak sekali informasi yang bisa didapatkan baik secara gratisan melalu detikFinance dan artikel-artikel saya di sini maupun di blog www.AidilAkbar.com dan Channel YouTube Aidil Akbar Madjid, ataupun kelas dan workshop seperti disini http://bit.ly/rd27nov dan disini http://bit.ly/pm26nov.

Jadi kalau kita melihat hasil persentase di atas, sebenarnya apa artinya? Apakah artinya di Amerika sana Laki lebih mengerti tentang keuangan dan investasi? Ataukah hanya mereka kaum yang lebih percaya diri aja untuk mengelola keuangan dan mengambil keputusan berinvestasi?

Kita tidak pernah tahu. Lalu bagaimana dengan di Indonesia. Untuk di Indonesia akan kita bahas di artikel berikutnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads