Ternyata kaum Adam alias pria juga melakukan hal yang sama dengan uangnya. Bahkan bisa dikatakan lebih parah lagi. Hayoooo ngaku!?
Nah, yang membedakan adalah pria tidak melakukannya untuk baju, tas dan sepatu, meskipun sudah banyak juga pria yang sekarang melakukan hal tersebut dengan dalih 'untuk menjaga penampilan' alias masuk kategori 'Pria Metrosexual', tetap saja untuk kebanyakan pria porsi terbesar dari pengeluaran keuangan biasanya untuk hobi yang bisa jadi sangat mahal alias membutuhkan biaya yang sangat besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria lebih sibuk ke pekerjaan, dan hanya belanja saat dibutuhkan, biasanya sebulan sekali atau beberapa bulan sekali. Tapi ketika berbelanja, maka pria akan menghabiskan sejumlah uang yang nilainya sama atau bahkan lebih besar lagi dari wanita.
Penasaran kan? Nah, pertanyaan mendasarnya adalah, kenapa pria melakukan pola dan belanja seperti itu? Well, pertama We Work Very Hard to Make A Living, so We Deserve 'a little' excitement.
Menurut pengakuannya, Pria sudah bekerja keras mengumpulkan uang-uang pria, lalu buat apa? Selain dihambur-hamburkan untuk hobi ini. Hobi-hobi kami yang mahal tadi memberikan excitement yang tinggi, apalagi kalau bisa meningkatkan testosterone dan adrenalin.
Hobi tersebut sering kali memompa adrenalin kaum pria yang kebanyakan memang sudah ditakdirkan menjadi Adrenalin Junkies. Beberapa teman yang sudah menikah memberikan statement bahwa hobi-hobi ini sebenarnya bentuk dari penyaluran mereka untuk bertahan agar tidak menjadi 'bandel' (emang ngaruh ya?).
Apabila diperhatikan, meskipun tidak semua, tapi kebanyakan hobi pria selalu berhubungan dengan sport alias olah raga, terutama olah raga yang bisa meningkatkan adrenalin, terlihat lebih macho ataupun meningkatkan status sosial.
Itulah sebabnya pilihan olah raganya antara lain, main motor besar salah satunya Harley Davidson yang sudah barang tentu harganya semahal harga sebuah mobil. Menunggangi kuda besi ini memberikan sensasi sendiri yang sangat berbeda.
Rasa kebebasan, kebanggaan dan harga diri yang tinggi dapat timbul dan semua rasa tersebut tidak bisa dibandingkan dengan harga mahal atau biaya yang telah dikeluarkan untuk membeli motor mahal ini.
Hobi lain yang juga mahal adalah mobil untuk kategori extreme sport atau mobil balap. Sudah barang tentu hobi ini jauh lebih mahal lagi. Biasanya untuk kendaraan dan motor biaya yang dikeluarkan sudah standar.
Akan tetapi pria punya kebiasaan buruk untuk membeli tambahan-tambahan aksesories yang sering kali harus memaksa pria mengeluarkan biaya hampir seharga mobil yang pria beli.
Banyak lagi hobi-hobi aneh dan seru yang digandrungi pria. Setelah motor gede kemudian lari ke mini Vespa, hobi lainnya yang beberapa tahun terakhir juga sedang naik daun adalah bersepeda, entah itu hanya untuk Fun Bike ataupun yang serius atau professional dengan trek off road ke gunung ataupun bukit.
Nah, kebayang harga satu sepeda yang bisa puluhan juta bahkan ratusan juta kira-kira setara dengan harga mobil. Harga frame yang mahal, biasanya titanium, yang berharga puluhan juta rupiah, belum lagi ditambah discbreak, gear, setang sepeda, velg, ban, sadel dan masih banyak lagi aksesories lain yang sering menjadi buruan para pecinta hobby sepeda ini.
Kacaunya, sekali ganti frame, akan terasa 'nanggung' kalau tidak ganti tambahan-tambahan tadi.
Nah, pertanyaanya sekarang dari mana dan bagaimana kita mengatur pengeluaran agar tidak jebol dengan hobi-hobi yang memakan uang besar tersebut?
Kalau mau belajar ngaturnya sendiri ya bisa dengan coba belajar di workshop-workshop keuangan seperti disini http://bit.ly/pm12des atau disini http://bit.ly/rd13des. Tapi lebih detilnya akan kita bahas di tulisan berikutnya.
(ang/ang)











































