Hanya bedanya adalah pria condong menghabiskan uang yang berhubungan dengan hobi-hobi mereka yang mahal. Alhasil apabila pria tidak bisa mengatur keuangan dengan baik, yang terjadi malah membuat keuangan keluarga bisa jadi berantakan.
Nah, kembali ke pertanyaannya adalah bagaiman caranya agar keuangan tidak jebol dengan hobi-hobi yang mahal ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi yang sering terjadi belakangan ini adalah banyak orang tidak mempersiapkan anggaran belanja hobi ini secara rutin dan disiplin, dan belanja untuk keperluan hobi dilakukan secara serampangan, akibatnya bujet belanja yang lain akan terpakai.
Bila kita perhatikan polanya, biasanya model terbaru dari barang-barang hobi tersebut akan keluar secara rutin dan berkala, misalnya setahun sekali atau dua tahun sekali, misalnya yang berhubungan dengan hobi main sepeda gunung atau sepeda mahal, yaitu Frame sepeda.
Nah, buatlah target barang apa yang ingin dibeli selanjutnya. Usahakan barang yang dibeli nominalnya cukup besar, sehingga Anda termotivasi untuk memperoleh barang tersebut.
Setelah diset target barang yang akan dibeli, hal yang harus dilakukan adalah mempersiapkan anggaran bulanan secara rutin untuk keperluan tersebut. Dana tersebut bisa disisihkan secara rutin bulanan selama 6 bulan, 12 bulan atau bahkan 24 bulan sebelum dipakai.
Tempatkan dana tersebut pada Logam Mulia (emas batangan), sehingga Anda tidak tergiur menggunakan dananya ditengah jalan, dan fokus hanya memakai pada saat tiba waktunya untuk membeli barang-barang hobi tersebut.
Alternatif lain, Anda bisa juga menggunakan bonus-bonus untuk penyaluran anggaran hobi-hobi ini. Misalkan ada beberapa teman yang mendapatkan bonus bulanan, tiga bulanan, enam bulanan dan bonus tahunan.
Nah sebagian dari bonus-bonus ini bisa disisihkan untuk ditabung/investasikan untuk membeli barang-barang hobby tersebut, dengan catatan tidak mengganggu keuangan pribadi dan rumah tangga.
Selain itu, tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian pria (tidak semuanya ya) biasanya punya yang disebut 'rekening kenakalan' atau 'rekening laki-laki' atau 'rekening hobi'. Tolong hal ini dilihat dari sisi positif bahwa rekening atau dana tersebut disisihkan dengan maksud agar tidak mengganggu pengeluaran pribadi dan rumah tangga.
Dan kata kenakalan ini bukan berarti hal nakal yang sebenarnya, akan tetapi justru lebih sering untuk hal-hal yang positif seperti networking dan lain-lain. Nah, komponen dana yang ada di sini bisa sebagian disisihkan untuk penyaluran hobi tadi.
Alternatif lain, sekarang ini sudah banyak kemudahan untuk pria membeli barang-barang tersebut. Sebagai contoh, kalau dulu beli motor gede harus bayar cash, sekarang sudah banyak bank ataupun multifinance yang menawarkan membeli motor gede secara kredit alias mencicil.
Selama anda mempunyai kartu kredit, bank-bank sekarang banyak menawarkan kerja sama fasilitas atau skema cicilan tetap beberapa bulan tanpa bunga alias 0%.
Coba cek apakah harga dari barang yang ditawarkan masih sama dan wajar, apabila jawabannya iya maka fasilitas ini bisa dipergunakan, selama cicilan bulanan tidak menganggu pengeluaran bulanan pribadi dan rumah tangga.
Toh teman Anda tidak tahu sepeda atau motor yang Anda pakai masih kredit alias belum lunas, selama anda pakainya pede-pede saja.
Yang paling penting dari semua hal tersebut, coba gali potensi hobi tadi untuk mendatangkan uang atau minimal membuka network baru Anda untuk mendatangkan rezeki. Banyak orang yang bisa memaksimalkan hobi justru menambah pemasukan bulanan mereka.
Hal tersebut tentu saja positif, dan yang penting kita bisa mengatur keuangan kita sehingga pengeluaran hobi tersebut tidak menganggu bahkan membuat pengeluaran bulanan keluarga jadi berantakan.
Untuk itu dibutuhkan keahlian khusus, apabila ingin tahu lebih detil bisa ikutan di workshop-workshop keuangan seperti yang ada di sini http://bit.ly/pm12des atau di sini http://bit.ly/rd13des .
So, punya hobi mahal? Siapa takut?
(ang/ang)











































