Well, ternyata tidak. Banyak hal yang kita bisa pelajari dari pola dan cara berpikir orang kaya yang kemudian kita bisa contoh di dalam kehidupan kita sehari-hari. Ingat, kata kuncinya di sini tidak hanya membaca dan belajar, tapi juga di PRAKTIK an, alias diLAKUKAN. Action, Action, dan Action adalah salah satu kunci terpenting kalau anda mau bisa menjadi seperti orang-orang kaya ini.
Lalu apa saja yang ada di dalam pikiran mereka? Yuk kita lanjut bahas lagi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang dimaksud dengan pasar di sini adalah, pasar modal tempat di mana orang melakukan investasi produk keuangan seperti saham maupun obligasi. Sementara kesuksesan kita untuk bisa berinvestasi terutama di bursa saham, tidak sesimpel formula matematika.
Orang kaya yang berinvestai di 'pasar' ini tahu sekali, bahwa pasar sangat dipengaruhi oleh emosi, baik emosi ketakutan (rugi) ataupun emosi untuk cepat kaya alias serakah. Sehingga ketika orang kaya ini melakukan transaksi jual beli saham, mereka juga ikut memperhitungkan faktor ini ke dalam transaksi dan observasi mereka.
12. Orang kebanyakan hidup di atas batas kemampuan, orang kaya justru berusaha hidup sederhana saja.
Orang kaya kebanyakan memilih untuk hidup biasa saja bukan karena mereka tidak mampu, tapi kebanyakan dari mereka memilih untuk bisa hidup nyaman seperti keadaan mereka sekarang untuk kurun waktu yang panjang, alias tidak mau kaya secara singkat untuk kemudian jatuh miskin.
13. Orang kebanyakan mengajarkan anak mereka untuk bisa bertahan hidup, oirang kaya mengajarkan anaknya untuk menjadi kaya.
Orang kebanyakan mengajarkan anak mereka untuk sekolah yang tinggi kemudian bekerja dan menabung tanpa diperkenalkan dengan realitas kehidupan. Jangan mengambil risiko dalam kehidupan, karena risiko bisa membahayakan terutama secara finansial. Sementara itu orang kaya mengajarkan anak mereka tentang kehidupan dunia yang sebenarnya sedari mereka kecil. Mereka mengajarkan apa yang bisa mereka miliki atau tidak miliki apabila mereka melakukan sesuatu. Serta mengejarkan anak-anak mereka untuk berinvestasi dan berani mengambil risiko.
14. Banyak orang stress karena uang, sementara orang kaya justru mendapatkan kedamaian dari kekayaan mereka.
Banyak orang kaya mengakui secara terang-terangan kalau uang dan kekayaan mereka bisa membantu memecahkan banyak masalah. Sementara orang kebanyakan justru memandang uang adalah sumber dari segala macam permasalahan, sehingga punya cukup uang saja sudah cukup daripada kaya tapi banyak masalah.
15. Orang kebanyakan lebih suka bersenang-senang dibandingkan 'belajar', orang kaya memilih untuk 'belajar' daripada bersenang-senang.
Ingat bahwa orang kaya tidak mewajibkan kita belajar dari pendidikan formal saja, justru pendidikan yang fokus dan diperlukan untuk kita bertahan hidup dan dapat berwirausaha dianggap lebih bisa membawa diri mereka kepada kesuksesan.
Apabila anda berkunjung ke rumah orang kaya, pemandangan yang biasanya atau paling sering anda saksikan adalah perpustakaan pribadi di rumah. Banyak dari orang kaya yang belajar sendiri (self study) melalui buku-buku yang mereka baca.
Sementara itu orang kebanyakan lebih memilih bacaan yang ringan saja seperti novel, tabloid dan majalah.
16. Orang kebanyakan memandang orang kaya sombong, sementara orang kaya lebih suka bergaul dengan orang-orang yang berhasil.
Ada pepatah mengatakan, apabila kita berteman dengan tukang minyak wangi maka kita akan ikutan wangi, demikian juga dalam pergaulan kita. Ketika kita bergaul dengan orang-orang sukses maka mentalitas, cara berpikir, cara bekerja, kecepatan mereka mengambil keputusan dan lain-lain akan 'tertular' ke kita.
Itulah sebabnya, orang kaya biasanya hanya berkumpul alias bergaul dengan orang sukses yang notabene biasanya juga kaya.
Nah, hal ini kemudian dianggap negatif dan sombong oleh orang kebanyakan, yang lebih memilih bergaul dengan orang-orang kebanyakan dari kumpulan mereka dengan latar belakang dan keuangan yang sama, sambil ngegosip dan ngomongin kesuksesan orang kaya tersebut.
Nah daripada banyak ngomongin orang, nambah dosa mendingan mulai action dari sekarang dengan cara belajar belajar dan belajar dulu. Ke mana? Salah satunya di pelatihan Basic Financial Planning bulan Februari seperti info di sini. Bagi anda yang diluar kota (Bali) jangan ketinggalan untuk ikut di sini dan di sini.
Panjang ya? Udah jadi 3 bagian tulisan dan ternyata pembahasan belum habis, karena di tulisan berikutnya saya akan bahas bagian terakhir setelah itu selesai. Janji deh selesai.
(dnl/dnl)











































