Follow detikFinance
Selasa 06 Sep 2016, 06:45 WIB

Benarkah Perlu Perencanaan Keuangan? (1)

Annissa Sagita - detikFinance
Benarkah Perlu Perencanaan Keuangan? (1) Foto: Istimewa
Jakarta - Apa yang ada di kepala Anda ketika mendengar kata 'perencanaan keuangan'? Hmm mungkin Anda merasa tidak perlu merencanakan keuangan karena keuangan Anda baik-baik saja? Eit, coba cek dulu apakah beberapa alasan ini sempat melintas di kepala Anda.

1. Orangtua saya dulu baik-baik saja kok tanpa perencanaan keuangan. Yakin? Yang namanya orangtua pastinya tidak akan terbuka blak-blakan soal kondisi keuangan ke anak, apalagi kalau anak masih kecil. Jadi wajar saja sebagai anak kita merasa baik-baik saja. Lagipula, saat ini dan zaman dulu pastinya jauh berbeda, dari segi harga dan biaya hidup yang semakin naik, semakin banyaknya tawaran produk keuangan yang beragam, semakin tinggi pula biaya sekolah, dan lain sebagainya. Jadi memang tidak bisa dibandingkan.

2. Uang saya ngepas, tidak banyak. Nah justru karena uangnya ngepas, harus diatur dan direncanakan supaya cukup dan terutama ketika butuh, ada uangnya. Contohnya saat sakit, kalau sudah menyiapkan dana darurat dan asuransi tentunya kita tidak harus berutang untuk biaya pengobatan. Ketika anak mau masuk sekolah, tidak perlu menggadaikan perhiasan atau benda berharga lainnya karena sudah disiapkan.

3. Saat ini saya sudah berkecukupan. Alhamdulillah puji Tuhan kalau begitu. Namun dengan merencanakan keuangan, kan bukan berarti kita tidak bersyukur bukan? Mengelola rezeki yang sudah diterima saat ini dengan bijaksana, untuk kebutuhan di masa depan dan untuk kebutuhan orang-orang tersayang tentunya.

4. Nanti juga dapat warisan. Ada lho beberapa orang yang berpikir seperti ini. Waduh, kalau begini berarti mengharapkan orangtua meninggal? Seberapa kaya pun orangtua kita, tetap saja harta dan aset orangtua tidak bisa kita akui milik kita. Lagipula, warisan seringkali jadi sumber konflik dan perpecahan di antara saudara kandung. Warisan anggap saja bonus dan 'percepatan' mencapai tujuan keuangan jika memang Anda mendapatkannya. Tapi jika belum mendapat warisan, sebaiknya jangan terlalu berharap/mengandalkan dari sini.

5. Nanti juga naik gaji. Hmmm kira-kira berapa persen kenaikan gaji di kantor Anda? Apakah itu bisa mengimbangi kenaikan biaya hidup/biaya sekolah anak? Dan juga belum tentu selamanya Anda kerja di perusahaan yang sama. Sudah banyak klien kami yang mengalami PHK dan tidak bisa melamar kerja di perusahaan lain dengan gaji yang sama karena kompetensi yang tidak bisa bersaing.

Klien-klien ini adalah orang yang sudah senior di perusahaan yang lama, sehingga kenaikan gajinya diperoleh karena periode waktu bekerja yang lama, bukan karena kompetensi. Nah kalau sudah begini, masih mau mengandalkan gaji & perusahaan tempat bekerja? Perencanaan keuangan bisa membantu Anda untuk setidaknya bertahan melalui masa transisi dari bekerja lalu mendadak tidak bekerja.

Bagaimana, adakah di antara poin-poin di atas yang sempat terpikir oleh Anda? Nah masih ada tiga lagi alasan yang sering dikemukakan tentang tidak perlunya perencanaan keuangan. Nantikan di artikel selanjutnya. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed