Tips dan Trik Bagaimana Mengatur Keuangan Freelancer (3)

Tips dan Trik Bagaimana Mengatur Keuangan Freelancer (3)

Aidil Akbar - detikFinance
Selasa, 15 Nov 2016 08:08 WIB
Tips dan Trik Bagaimana Mengatur Keuangan Freelancer (3)
Foto: Istimewa
Jakarta - Kalau di beberapa tulisan sebelumnya sudah dibahas apa saja keunggulan dan kerugian dari pekerjaan sebagai seorang Freelancer dan dampaknya pada keuangan pribadi dan keluarga anda. Maka dalam tulisan ini kita baru akan membahas seperti apa trik dan tipsnya dalam mengatur keuangan bagi anda seorang Freelancer atau berminat untuk menjadi seorang Freelancer.

Yang harus diingat adalah ketika antara penghasilan yang menggiurkan namun tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang benar akan sama saja besar pasak daripada tiang nantinya. Bahkan tidak jarang beberapa orang yang kemudian tidak siap secara finansial untuk menjadi seorang Freelancer untuk kemudian kembali bekerja di perusahaan.

So, jadi apa saja tips dan triknya? Mari kita bahas bersama:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebutuhan Pokok Yang Paling Utama
Ketika anda masih menjadi seorang 'gajian' biasanya keuangan masih relatif teratur. Mengapa demikian? Karena sumber penghasilan anda hanya ada 1 dari gaji saja, sehingga memungkinkan anda untuk fokus ke hanya mengatur pengeluaran bulanan saja. Apa yang kemudian terjadi ketika anda mulai banyak menerima uang karena anda mendapatkan banyak job dari proyek Freelancer anda? Pola gaji masuk untuk kemudian dipakai habis ini yang sering kali menjadi masalah bagi seorang Freelancer. Kalau ketika bekerja dan gajian bulanan anda tidak perlu takut dengan keuangan anda, karena bulan depan masih gajian lagi, menjadi seorang Freelancer harus mempunyai mental yang berbeda.

Itulah sebabnya sebelum kita membelanjakan penghasilan kita, sebaiknya kita utamakan pengeluaran utama yang berhubungan dengan kebutuhan pokok kita terlebih dahulu. Kebutuhan pokok seperti Sandang, Pangan, Papan yang selama ini kita ketahui menjadi hal yang utama. Kebutuhan tambahan lainnya yang berhubungan dengan kebutuhan pokok seperti listrik, air, transportasi, bahkan pulsa (saat ini) merupakan anggaran yang wajib anda anggarkan dan bayarkan setiap bulannya.

Dalam pengeluaran bulanan, maka kebutuhan pokok menjadi hal yang paling utama untuk dipersiapkan dan dikeluarkan. Apa yang terjadi ketika anda menunda pengeluaran kebutuhan pokok? Seringkali uang anda kemudian terpakai untuk hal-hal lain (bahkan konsumtif), sehingga justru pengeluaran untuk kebutuhan pokoklah yang kemudian menjadi terbengkalai.

Selalu Catat Penghasilan
Ketika anda menjadi orang gajian anda akan dipusingkan dengan mencatat pengeluaran bulanan anda. Ketika anda menjadi seorang Freelancer dengan beberapa pekerjaan dari beberapa tempat, anda juga wajib mencatat dan memonitor penghasilan anda. Ingat, menjadi seorang Freelancer membuat anda bisa mendapatkan multiple income alias penghasilan dari berbagai tempat. Seringkali anda tidak bisa mengkontrol pendapatan anda atau bahkan terlupa bila anda tidak melakukan pencatatan.

Dengan mencatat penghasilan ini anda akan mendapatkan 'daftar pemasukan' yang nanti akan dipakai sebagai 'patokan' untuk membuat seakan-akan anda 'gajian' bulanan dengan nominal yang sudah anda buat sendiri. Dari sini anda akan tahu bagaimana menyiasati, pengeluaran yang tidak penting untuk ditinggalkan.

Buat Posting atau Rekening Terpisah
Ketika uang penghasilan tercampur dengan uang pengeluaran bulanan di situlah keuangan anda akan menjadi berantakan. Bagi sebagian orang mencatat saja mungkin tidak cukup, dalam kasus ekstrem harus dilakukan pemisahan rekening antara rekening pemasukan dan pengeluaran.

Dengan membuat rekening yang terpisah anda bisa kontrol tidak hanya pemasukan tapi juga pengeluaran bualanan anda sesuai bujet. Tidak hanya itu, anda juga bisa membuat seakan-akan anda 'gajian' bulanan dari dua rekening tersebut.

Sisihkan Sebagian Pendapatan Anda
Ingat ketika anda mendapatkan penghasilan, uang tersebut belum tentu bisa anda pakai semua. Ada baiknya anda menyisihkan pendapatan ketika order pekerjaan sedang banyak. Dana yang anda sisihkan inilah yang dapat dipakai bila bulan-bulan berikutnya orderan sedang sepi alias turun, bahkan tidak ada pemasukan/orderan sama sekali.

Anda bisa juga menggunakan Dana Daruat untuk alokasi penghasilan terpisah ini. Atau untuk beberapa kasus yang ekstrem anda juga mencadangkan 2 jenis dana yaitu dana darurat dan dana cadangan penghasilan ketika job kurang atau tidak ada job. Tujuannya untuk memastikan anda tidak perlu panik dan tetap bisa menjalankan kehidupan secara normal meskipun tidak ada penghasilan.

Jangan Konsumtif
Sebagai seorang Freelancer penghasilan anda tidak pasti setiap bulan, jadi jangan konsumtif. Ketika anda mendapatkan pekerjaan yang banyak maka anda akan mendapatkan banyak penghasilan di saat yang bersamaan. Uang yang masuk dalam jumlah besar sering kali membuat anda 'khilaf' dan membelanjakannya tanpa perhitungan yang cermat, akibatnya anda menjadi konsumtif. Hati-hati dan waspada terhadap hal ini.

Hitung Proyek Dengan Benar
Ketika anda menerima sebuah projek selalu lakukan perhitungan yang baik dan benar. BIaya apa saja yang nantinya akan berhubungan dengan proyek anda. Apakah akan ada biaya tambahan seperti transportasi dan akomodasi dan apakah biaya tambahan ini ditanggung oleh pemberi proyek. Bila tidak ditanggung apakah fee yang anda kenakan sudah mencukupi biaya-biaya ini. Jangan sampai pengeluaran yang berhubungan dengan pekerjaan anda justru melebihi dari penghasilan yang anda dapatkan. Dalam banyak kasus tidak ada salahnya anda menghitung berapa jam/waktu yang akan anda habiskan untuk mengerjakan proyek tersebut dan berapa biaya anda per jam, sehingga anda menjadi lebih disiplin dan teratur dalam mempergunakan waktu dan tidak 'diperbudak' pekerjaan.

Nah, bagaimana supaya anda tidak diperbudak pekerjaan yang buntutnya supaya dapat uang lebih banyak? Anda harus bisa mengatur keuangan dan investasi dan baik dan benar. Hal tersebut bisa dipelajari di workshop tentang pengelolaan keuangan dan investasi, seperti yang ada di sini dan di sini, atau acara seperti di sini.

Jadi menjadi seorang Freelancer terlihat enak tapi kita jangan sampai terlena dan tidak bisa mengatur keuangan, karena justru bisa berdampak buruk bagi keuangan kita. Bila anda berpikir untuk menjadi seorang Freelancer lakukan perhitungan dan pertimbangan matang-matang serta persiapan secara keuangan dengan baik. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads