Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 10 Feb 2017 06:50 WIB

Dapat Bonus Tahunan, Untuk Apa Ya?

Stanley Christian - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Semangat baru dan membuat resolusi adalah sebuat rutinitas yang dilakukan saat awal tahun. Namun ada juga yang dinantikan para pekerja di setiap awal tahun, apakah itu? Yap apalagi kalau bukan bonus tahunan. Bonus tahunan merupakan penghasilan tambahan yang sifatnya tidak rutin, sama seperti saat menerima THR. Jumlah yang didapat pun bisa bervariasi, tergantung dari performa kerja, keuntungan perusahaan, kebijakan perusahaan serta faktor lainnya.

Nah dengan bonus tahunan kali ini, apa yang anda rencanakan dengan uang tersebut? Apakah untuk kesenangan semata atau untuk investasi masa depan? So, apa saja yang menjadi prioritas dan bagaimana mengelola bonus dengan bijak? Berikut ulasannya.

Pengeluaran Sosial
Pengeluaran sosial (zakat, sedekah, perpuluhan, atau social lainnya). Sebagai manusia beriman, kita percaya bahwa setiap rezeki yang kita terima, ada hak orang lain di dalamnya. Maka harus segera dikeluarkan, baik dalam bentuk zakat, sedekah, perpuluhan, atau lainnya.

Membayar Kebutuhan Tahunan
Biaya tahunan pada umumnya adalah membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak kendaraan, premi asuransi, dan biaya lainnya yang jatuh tempo 1 tahun sekali. Biaya-biaya tersebut dapat dibayarkan dengan menggunakan uang bonus tahunan tersebut. Dengan seperti ini, Penghasilan rutin anda setiap bulan tidak terganggu untuk biaya tahunan tersebut.

Membayar Utang
Bila anda memiliki utang jangka pendek dan memiliki tingkat suku bunga yang tinggi seperti KTA atau kartu kredit, sebaiknya bonus tahunan kali ini, digunakan untuk melunasi utang tersebut. Bila anda merasa sayang dengan bonus tersebut dan memilih memasukkan bonus tersebut ke dalam tabungan, anda salah besar.

Bunga yang anda bayarkan pada KTA atau kartu kredit tidak sebanding dengan yang anda dapatkan dalam tabungan biasa. Jadi perhatikan hal tersebut.

Dana Darurat
Sesuai sebutannya, dana darurat adalah dana yang dialokasikan khusus dan digunakan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kehilangan pekerjaan, atap bocor, dan biaya tak terduga lainnya yang bersifat urgent. Dana Darurat merupakan salah satu pilar penting dalam keuangan pribadi ataupun rumah tangga. Dana Darurat sebaiknya disimpan dalam bentuk likuid dan mudah diakses menjadi uang tunai, seperti tabungan dan logam mulia. Umumnya bila sudah berumah tangga, memiliki dana darurat minimal 6 kali pengeluaran bulanan. Bila jumlah dana darurat saat ini masih belum mencapai jumlah ideal atau sama sekali belum ada, anda dapat menggunakan bonus tahunan kali ini untuk membentuk Dana Darurat.

Top-up Investasi
Bonus tahun ini, dapat anda gunakan untuk menambah jumlah investasi anda di luar rutinitas setiap bulan. Anda dapat menganalisa portofolio anda terlebih dahulu, sebelum menambah jumlah investasi. Instrumen investasi mana yang ingin anda tambah atau anda malah ingin menambah instrument investasi yang baru. Gunakanlah secara bijak bonus tahunan kali ini

Menikmati Bonus
Bonus tahunan yang anda dapatkan merupakan hasil keras anda selama 1 tahun terakhir, jadi tidak ada salahnya anda menikmati bonus tersebut. Anda dapat menggunakannya untuk berlibur bersama keluarga, atau sekedar menjalankan hobi yang selama ini tertunda karena rutinitas pekerjaan. Mungkin juga anda ingin membeli barang yang sudah lama anda inginkan. Semua tergantung anda, bagaiamana ingin menggunakan bonus tahunan kali ini. Dan yang perlu diingat, jangan sampai karena anda benar-benar menikmati bonus tahunan, anda malah membuat utang baru. So, bijaklah dalam menggunakan bonus.

Happy Planning.

(wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed