Follow detikFinance
Senin 20 Feb 2017, 06:50 WIB

Cara Warren Buffett Menggandakan Uang

Tung Desem Waringin - detikFinance
Cara Warren Buffett Menggandakan Uang Foto: Istimewa
Jakarta - Warren Edward Buffett dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia melalui keahliannya berinvestasi. Bahkan ia pernah dinobatkan menjadi orang terkaya di dunia menurut Forbes pada 2010. Lantas apa saja yang dilakukannya untuk menggandakan kekayaan tersebut?

Berikut delapan prinsip investasi ala Warren Buffett:

1. Pilih produk investasi yang tepat
Investasi segera, jangan spekulasi sebelum memulai investasi, pastikan kita menganalisis produk investasi apa saja yang memberikan imbal hasil (yield) yang baik. Di sini, jangan tergoda dengan yield yang signifikan, misalnya tergoda yield 200% per tahun. Namun yang penting adalah uang kita aman, bukannya menyusut.

2. Investasi tidak perlu banyak
Seorang Warren Buffett hanya memiliki portofolio sekitar 30 jenis saham hingga saat ini. Namun dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia, bahkan pernah menjadi nomor satu menurut majalah Forbes pada 2010.

3. Bukan beli sahamnya tapi bisnisnya
Meski kita membeli saham pada sebuah perusahaan, bukan berarti kita punya saham di situ saja. Namun itu berarti bahwa kita menjadi salah satu pemilik dari perusahaan yang sahamnya kita beli itu, bahkan meski hanya membeli 1 lot saham (500 lembar saham) saja.

4. Jangan utang untuk beli saham
Studi membuktikan orang yang suka berutang untuk membeli saham, cenderung sebagai spekulan. Sehingga dia akan selalu tergoda untuk menjual saham ketika naik sedikit untuk mendapatkan untung. Padahal investor seperti Warren Buffett merupakan investor jangka panjang. Lebih baik membeli satu lot saham, namun itu secara terus menerus dan bisa dibeli dengan uang sendiri. Khususnya dengan seiring kenaikan pendapatan kita maka investasi untuk membeli saham juga harus ditingkatkan.

5. Alokasikan uang secara efisien
Jika Anda memiliki saham yang kurang berprospek bagus, maka segera jual saham tersebut dan investasikan ke saham lain yang lebih menguntungkan.

6. Berpikirlah independen
Meski Warren Buffett menjadi salah satu orang terkaya dunia, tapi gaya hidupnya justru sederhana. Hingga umurnya mencapai 82 tahun kini, dia tetap tinggal di Omaha, Nebraska, sekitar 1.800 km dari New York. Apa alasannya?

Dia ingin jauh dari prediksi analis, khususnya yang bisa menjatuhkan saham yang dimilikinya. Dia selalu percaya diri terhadap saham yang telah dibeli, meski analis memprediksi saham tersebut akan anjlok. Rumahnya pun juga sederhana di Omaha. Bahkan istrinya sampai tidak betah hidup dengan Buffett (karena dianggap terlalu sederhana, meski dia kaya raya) dan pindah ke San Fransisco.

7. Terbuka
Warren Buffett memiliki pikiran terbuka khususnya dalam menerima pandangan orang lain. Namun ini bukan terkait prediksi saham yang telah dibelinya. Pandangan terbuka ini dilakukan saat Warren Buffet tidak mau membeli saham-saham perusahaan IT (information technology). Baginya, saham itu tidak menguntungkan.

Saat krisis lalu, saham dotcom seperti Google, Yahoo, dan lainya ini anjlok signifikan. Namun ternyata, Buffett pun mempertimbangkan untuk membeli saham IBM (perusahaan komputer di Amerika Serikat). Padahal dia dulu sangat tidak suka dengan saham perusahaan IT.

8. Berbagi
Ini yang paling sulit ditiru. Buffett dianggap sebagai salah satu orang terkaya. Namun dia juga terus mendermakan kekayaannya ke pihak lain. Contohnya dia baru saja mendermakan US$ 31 miliar ke yayasan milik Bill Gates. Anaknya justru hanya diberikan satu portofolio saham yang dimilikinya. Anehnya, jumlah kekayaan yang dibagikan ke orang lain itu melebihi jumlah kekayaan yang dibagikan ke anak cucunya. Baginya uang bukanlah segalanya.

Itulah tips bagaimana cara Warren Buffet menambah kekayaannya, semoga bermanfaat.

Mau Menjadi Kaya Atau Bahkan Lebih Kaya di Tahun 2017? Download Sekarang Juga "61 Cara Menjadi Kaya by Tung DW dan Robert T.Kiyosaki" seharga Rp 997.000. Khusus Untuk 100 Orang Pembaca detikFinance Hari Ini, Saya Kasih GRATIS, Klik di Sini Untuk Download. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed