Follow detikFinance
Jumat 24 Feb 2017, 07:20 WIB

Ini Dia Investasi yang Paling Bagus

Annissa Sagita - detikFinance
Ini Dia Investasi yang Paling Bagus Foto: Istimewa
Jakarta - Sebagai seorang perencana keuangan, pertanyaan seperti ini termasuk yang paling sering kami terima: 'Investasi apa sih yang paling bagus?' Nah mungkin pertanyaan ini juga pernah melintas di benak Anda saat Anda membaca-baca artikel seputar perencanaan keuangan dan investasi.

Ada banyak instrumen investasi yang bisa Anda gunakan dan di bawah ini akan dibahas beberapa contohnya satu per satu, dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

Saham
Saham adalah produk pasar modal, di mana konsepnya adalah Anda membeli kepemilikan suatu perusahaan dengan membeli saham perusahaan tersebut. Memiliki saham cukup mudah, Anda tinggal datang ke perusahaan sekuritas dan membuka rekening efek, dengan dana Rp 100.000 Anda sudah bisa memiliki rekening efek. Namun untuk membeli saham tertentu, Anda harus menyiapkan uang senilai harga per lembar saham perusahaan tersebut dikali 100 lembar (100 lembar = 1 lot saham).

Saham-saham perusahaan yang bagus tentunya tidak murah. Jika Anda ingin mendapatkan untung dari trading, Anda harus menyiapkan waktu untuk memantau naik-turunnya harga saham yang Anda miliki, serta tentunya ilmu untuk trading saham. Banyak orang kesulitan di sini dan tidak memiliki ilmu, memilih saham yang salah sehingga mengalami kerugian yang tidak sedikit. Hal ini akan menjadi pengalaman yang buruk hingga menyebabkan banyak orang kapok untuk berinvestasi saham. Jika Anda ingin berinvestasi saham untuk jangka panjang, sebaiknya rutin lakukan pembelian saham pada perusahaan yang terpercaya.

Obligasi
Obligasi adalah surat utang, ada yang dikeluarkan swasta ataupun pemerintah. Bagi masyarakat umum yang ingin berinvestasi, pemerintah mengeluarkan obligasi ritel yang dikenal dengan nama Obligasi Ritel Indonesia (ORI). ORI diterbitkan setiap tahun, kecuali pada tahun 2007 dan 2008, di mana ORI diterbitkan 2 kali. ORI dapat Anda peroleh di agen penjual (bank/perusahaan sekuritas) dengan nominal Rp 5 juta dan kelipatannya. Kupon ORI memberikan 12,05% (tertinggi, ORI 001) dan terendah 6,25%. Kelebihan ORI adalah dijamin oleh negara. Namun, jatuh tempo ORI hanyalah dalam waktu tiga hingga lima tahun sehingga tidak dapat digunakan sebagai investasi jangka panjang. Minat masyarakat sangat tinggi terhadap produk ORI ini sehingga Anda harus melakukan pemesanan sebelum diluncurkan produknya.

Reksa Dana
Reksa dana juga termasuk produk pasar modal. Secara konsep, reksa dana adalah dana kolektif dari masyarakat yang ditampung di sebuah wadah, untuk kemudian dana di wadah tersebut akan dikelola oleh perusahaan yang disebut manajer investasi. Dengan nominal pembukaan yang cukup terjangkau minimal Rp 100.000, Anda sudah bisa memiliki unit reksa dana. Cara memilikinya pun mudah, Anda bisa datang langsung ke agen penjual reksa dana (bank) dan manajer investasi yang menjual langsung produk reksa dananya. Reksa dana cocok bagi Anda yang baru memulai investasi dan tidak memiliki banyak waktu/uang untuk terjun ke dunia trading saham. Anda bisa menikmati return mulai dari 7 – 22% di reksa dana, tergantung dari jenis reksa dana yang menjadi pilihan Anda.

Risiko yang mungkin terjadi pada reksa dana adalah risiko likuiditas, di mana Anda mungkin tidak dapat menarik dana Anda untuk sementara waktu.
Ingatlah bahwa setiap pemilihan instrumen investasi harus disesuaikan dengan tujuan keuangan Anda untuk menghindari terjadinya kerugian di luar risiko investasi. Tanamkan juga bahwa investasi memiliki prinsip high risk high return, sehingga jangan hanya terpukau oleh tingginya return yang bisa diperoleh namun juga Anda harus menerima risiko yang mungkin terjadi di masing-masing investasi.

Lalu yang manakah yang paling bagus? Masih ada beberapa instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan Anda dan akan dibahas di artikel selanjutnya. (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed