Follow detikFinance
Senin 27 Feb 2017, 06:57 WIB

Penyebab Tabungan Selalu Kosong

Stanley Christian - detikFinance
Penyebab Tabungan Selalu Kosong Foto: Istimewa
Jakarta - Banyak di antara kita yang sudah bekerja, bahkan dengan pengalaman kerja lebih dari 5 tahunan. Namun yang terjadi saat ini, dengan pengalaman kerja yang tinggi tersebut, tidaklah menjamin seseorang sudah memiliki aset yang cukup, investasi yang baik, atau jangan-jangan belum memiliki tabungan sama sekali.

Miris, tapi ini realita yang terjadi di masyarakat. Sangat baik bagi anda, yang dari awal bekerja sudah memiliki semangat serta tujuan-tujuan keuangan, sehingga tentu pada prosesnya anda sudah memiliki beberapa aset serta investasi yang baik.

Bagi anda yang sudah merasa kerja maksimal dan sudah berupaya maksimal untuk memiliki tabungan, namun hingga saat ini, tabungan masih saja kosong, di bawah ini adalah beberapa penyebabnya dan semoga setelah membaca ini, anda dapat segera memperbaikinya dan pada akhirnya memiliki keuangan yang lebih baik

Tergoda 'Keinginan'
Lagi-lagi harus berhadapan dengan keinginan versus kebutuhan. Mana yang menang dalam diri anda? Bila tabungan anda masih kosong, mungkin salah satu penyebabnya adalah keinginan. Ingin belanja ini, belanja itu, ingin liburan, dan masih banyak lagi keinginannya. Tentu tidak ada salahnya dengan keinginan tersebut, karena sangat normal. Yang menjadi permasalahan adalah anda tidak dapat mengontrol keinginan tersebut, sehingga dengan uang yang ada di rekening anda, selalu anda gunakan untuk memenuhi keinginan tersebut. Dan bila selalu seperti ini, maka sudah pasti tabungan anda akan selalu kosong.

Mulailah membuat daftar skala prioritas dalam kebutuhan dan keinginan anda. Sehingga anda mulai paham apa yang dipenuhi terlebih dahulu.

Tidak Memiliki Tujuan Keuangan
Percuma anda bekerja bila tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas. Apa itu tujuan keuangan. Sepertinya halnya impian yang ingin anda capai. Misal, anda ingin menikah dalam 5 tahun lagi atau memiliki rumah 5 tahun lagi. Tentu dengan impian seperti ini, anda harus mengumpulkan uang untuk mencapai impian ini, yang sama saja anda mencapai tujuan keuangan anda. Dengan memiliki tujuan keuangan yang jelas, tentu akan menjadi pemacu dan semangat anda dalam memiliki tabungan atau produk investasi.

Anda bisa mulai dengan mencari informasi di berbagai tempat, bagaimana menyiapkan dan mencapai tujuan keuangan. Mulai dari tulisan, buku, ikut training, atau berkonsultasi pada perencana keuangan.

Selalu Menunda
Tentu anda tidak asing dengan kalimat 'besok aja deh' 'entar dulu deh' dan masih banyak kalimat penundaan lainnya yang tentu sering kita ucapkan. Karena alasan tadi, anda sering menunda untuk menabung, dengan alasan 'masih ada bulan depan gajian' 'masih ada keperluan untuk ini itu'. Entah kapan selesainya kalimat tersebut, hingga anda tersadar, bahwa tabungan anda selalu kosong.

Bila anda merasa untuk memulai menabung atau berinvestasi harus dimulai dari nominal besar, itu salah besar. Karena sesuatu yang besar, dimulai dari kecil. Anda dapat mulai berinvestasi mulai dari Rp 100.000. Murah bukan. Mungkin lebih besar pulsa telepon anda daripada mulai investasi. So, yakinkan diri anda, menabung atau berinvestasi bisa dimulai dari nominal sederhana alias Rp 100.000.

Tanggungan Keluarga
Tanggungan keluarga memiliki 2 kondisi, di mana anda benar-benar menjadi tulang punggung keluarga atau sama sekali tidak memiliki tanggungan keluarga (single).

Kondisi di mana anda menjadi tulang punggung keluarga tentu anda akan menghabiskan penghasilan anda demi keluarga, namun bukan berarti anda memiliki alasan untuk tidak mulai menabung. Seperti yang saya sampaikan di atas, mulai menabung atau berinvestasi tidak butuh nominal besar. Ini tergantung kesadaran anda, apakah membutuhkan tabungan atau tidak.

Selanjutnya, kondisi di mana anda singe alias tidak memiliki tanggungan. Perasaan tanpa beban yang membuat anda dengan senang hati mengeluarkan uang terus menerus tanpa mengingat kebutuhan mendatang. Tentu ini sangat disayangkan, mengingat kebutuhan di masa mendatang yang cukup besar.

Bijaklah dalam mengelola penghasilan yang anda dapatkan setiap bulan. Manfaatkan waktu dari sekarang untuk mulai menabung atau berinvestasi agar tidak menjadi penyesalan.

Happy Planning (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed