Dengan melakukan MCU kita dapat mengetahui gejala-gejala penyakit pada tubuh kita yang mungkin dapat membahayakan kondisi kesehatan kita. Gejala tersebut memang belum tentu disebabkan oleh penyakit, tetapi dengan mengetahui gejala-gejala tertentu yang muncul, kita dapat melakukan antisipasi atas penyakit yang mungkin menyebabkan gejala tersebut.
Misalnya kadar gula darah pada saat puasa tinggi, kemudian setelah sarapan bertambah tinggi, ada kemungkinan masalah kesehatan di pankreas yang dapat menyebabkan penyakit kencing manis. Atau adanya gejala penyumbatan jantung yang terlihat di hasil rekam EKG, maka ada beberapa kemungkinan penyebabnya, misalnya kadar kolesterol yang tinggi. Kadar kolesterol yang tinggi bisa diakibatkan oleh gaya hidup yang sering makan makanan berkolesterol tinggi tanpa disertai olahraga yang cukup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut adalah 5 poin penting dalam melakukan Financial Check Up:
1. Jumlah Utang
Berapakah jumlah utang Anda saat ini? Rp 500 juta? Rp 1 miliar? Rp 100 juta? Masing-masing orang tentu memiliki jumlah utang yang berbeda-beda, ada juga yang tidak memiliki utang sama sekali. Jadi berapa jumlah utang yang masih dikategorikan sehat?
Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah jumlah utang Anda masih sehat adalah dengan menghitung Debt to Asset Ratio, yaitu membandingkan jumlah utang Anda dengan jumlah aset yang Anda miliki. Sebaiknya jumlah utang Anda berada di bawah 50% dari jumlah aset Anda.
2. Kekayaan Bersih
Ini masih berhubungan dengan jumlah utang yang Anda miliki. Untuk menghitung kekayaan bersih, Anda cukup mengurangkan seluruh jumlah aset yang Anda miliki dengan utang yang Anda miliki. Jika hasilnya nol, maka artinya Anda tidak memiliki kekayaan sama sekali karena seluruh aset Anda dibiayai oleh utang. Semakin besar kekayaan bersih Anda maka semakin baik juga kondisi keuangan Anda.
3. Arus Kas
Berikutnya adalah arus kas. Untuk item ini, Anda cukup mengurangkan pemasukan dengan pengeluaran Anda. Jangan sampai pepatah 'besar pasak daripada tiang' terjadi pada arus kas Anda. Jangan sampai pengeluaran Anda lebih besar daripada pemasukan Anda, sehingga terjadi defisit pada arus kas. Apabila ini terjadi, maka ada dua alternatif yang bisa dilakukan, yaitu menambah pemasukan, atau mengurangi pengeluaran. Bisa juga dua-duanya sekaligus.
4. Dana Darurat
Sesuai namanya, dana ini disiapkan untuk keadaan darurat yang mungkin saja terjadi pada diri Anda dan anggota keluarga Anda. Contoh keadaan darurat misalnya, Anda di-PHK oleh kantor Anda, atau mobil Anda rusak parah di tengah perjalanan di luar kota sehingga sebuah part mobil yang harganya cukup mahal harus segera diganti. Ketersediaan dana darurat yang jumlahnya cukup dan likuid merupakan salah satu indikator kesehatan keuangan Anda.
Berapakah jumlah dana darurat yang dianggap cukup? Antara 3-12 kali pengeluaran bulanan Anda, tergantung pada status Anda, apakah single, keluarga dengan jumlah anak satu, atau keluarga dengan jumlah anak dua atau lebih.
5. Asuransi
Proteksi atas kemungkinan terjadinya risiko keuangan juga merupakan salah satu indikator penting kondisi keuangan Anda. Apakah risiko keuangan yang mungkin terjadi pada diri Anda? Salah satu risiko yang umum terjadi adalah kondisi sakit dan meninggal. Apabila Anda sakit, maka Anda akan berobat ke dokter, kemudian membeli obat di apotek, tentu itu semua membutuhkan biaya. Kalau sakitnya ringan mungkin tidak akan terlalu berpengaruh pada keuangan Anda, namun jika sakitnya parah dan harus dirawat inap, maka lain ceritanya.
Ada juga kondisi penyakit yang menyebabkan Anda harus dioperasi, apabila Anda belum memiliki asuransi kesehatan yang cukup coverage biayanya, maka ada risiko terpengaruhnya kondisi keuangan jika Anda sakit.
Demikian pula asuransi jiwa, apabila Anda meninggal, maka kondisi keuangan keluarga akan terpengaruh karena hilangnya pencari nafkah. Penting untuk Anda memiliki asuransi jiwa dengan jumlah uang pertanggungan yang cukup bagi keluarga Anda.
Anda sebaiknya tidak meremehkan gejala-gejala kondisi keuangan yang Anda rasakan, jika Anda merasa utang Anda kok terlalu besar, atau pengeluaran Anda terlalu besar sehingga tidak ada sisa setiap bulan, Anda harus segera lakukan Financial Check Up. Siapa tahu kondisi keuangan Anda sedang dalam bahaya besar.
Lakukanlah Financial Check Up secara berkala. Anda bisa lakukan FCU secara mandiri. MIsalnya setiap tahun pada saat Anda membuat laporan SPT Tahunan. Pada saat itu Anda pasti akan menghitung jumlah utang dan aset (termasuk dana darurat). Dengan diketahuinya jumlah utang dan aset maka Anda sudah dapat menghitung berapa kekayaan bersih Anda. Anda tinggal melakukan perhitungan arus kas serta memeriksa polis asuransi Anda.
Selamat melakukan Financial Check Up! (wdl/wdl)











































