Follow detikFinance
Kamis 02 Mar 2017, 06:49 WIB

Ini Dia Investasi Paling Bagus (2)

Annissa Sagita - detikFinance
Ini Dia Investasi Paling Bagus (2) Foto: Istimewa
Jakarta - Melanjutkan artikel sebelumnya di mana telah dibahas beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana yang merupakan produk pasar modal, berikut ini adalah alternatif investasi lain yang dapat Anda coba.

Properti
Properti termasuk yang menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk berinvestasi. Dengan tingginya kebutuhan tempat tinggal terutama di kota-kota besar, investasi properti termasuk salah satu yang memberikan keuntungan cukup tinggi, antara 15 – 20% per tahun tergantung lokasi. Apabila properti yang diincar berada di kawasan yang strategis, bahkan keuntungannya bisa lebih dari itu. Meskipun memberikan keuntungan yang tinggi, tidak semua orang bisa memiliki properti sendiri, karena berinvestasi properti memerlukan dana yang cukup besar, minimal untuk DP di depan dan beban biaya cicilan per bulan serta biaya perawatan properti.

Logam Mulia
Logam mulia yang dimaksud di sini adalah logam mulia yang bersertifikasi Antam. Beberapa tahun yang lalu logam mulia mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga banyak diminati sebagai instrumen investasi. Namun saat ini kenaikan logam mulia tidak setinggi beberapa tahun yang lalu, sehingga kurang disarankan sebagai investasi jangka menengah-panjang. Anda bisa memanfaatkan logam mulia untuk berinvestasi jangka pendek dan jangka pendek-menengah.

Bisnis
Berinvestasi di sebuah bisnis/di bisnis Anda sendiri adalah investasi yang memberikan kesempatan Anda untuk meraih keuntungan yang sangat tinggi bahkan bisa 50% per tahun, namun juga risiko yang tidak kalah tingginya. Untuk menjadi investor di sebuah bisnis, Anda perlu mempelajari bisnis tersebut secara seksama, memastikan bahwa orang-orang yang menjalankannya mengerti apa yang mereka lakukan dan andal di bidangnya, memiliki pangsa pasar yang tepat, berada di lokasi yang strategis, dan juga Anda perlu melakukan peninjauan secara berkala. Jika Anda tidak memiliki ilmu untuk mengerti hal-hal tersebut dan hanya menaruh uang untuk kemudian dikelola, bersiap-siaplah untuk kehilangan uang Anda. Namun jika bisnis tersebut berhasil tentu saja Anda akan memetik keuntungan yang tidak sedikit. Selain itu, kelemahan dari berbisnis adalah Anda belum bisa memperkirakan apakah bisnis tersebut akan bertahan dalam jangka panjang ataukah tidak.

Pepatah mengatakan, jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang. Jika keranjangnya jatuh, seluruh telur Anda bisa pecah. Sama halnya dengan memilih investasi, sebaiknya Anda memiliki produk investasi yang beragam sehingga apabila salah satu jenis investasi terkena risiko, Anda masih memiliki skenario dengan produk lain.

Selain itu, ingatlah bahwa setiap pemilihan instrumen investasi harus disesuaikan dengan tujuan keuangan Anda untuk menghindari terjadinya kerugian di luar risiko investasi. Tanamkan juga bahwa investasi memiliki prinsip high risk high return, sehingga jangan hanya terpukau oleh tingginya return yang bisa diperoleh namun juga Anda harus menerima risiko yang mungkin terjadi di masing-masing investasi.

Lalu yang manakah yang paling bagus?

Bagus atau tidaknya investasi, berbeda-beda bagi setiap orang. Apa yang bagus menurut si A si B si C belum tentu bagus untuk Anda. Jawabannya akan sangat bergantung kepada beberapa faktor. Faktor pertama adalah tujuan keuangan Anda. Faktor kedua adalah profil risiko Anda, seberapa tahankah Anda terhadap risiko yang tinggi dan apakah Anda sudah memiliki persiapan untuk benar-benar terjun ke produk berisiko tinggi. Faktor ketiga adalah kondisi keuangan Anda saat ini. Faktor keempat, pengalaman berinvestasi.

Jangan lupa, investasi lain yang harus Anda miliki sebelum berinvestasi di instrumen-instrumen di atas adalah investasi ke diri Anda sendiri: ilmu. Sebelum memutuskan terjun berinvestasi, pahamilah instrumen/produk yang akan Anda miliki dan persiapkan juga skenario bagaimana Anda akan bertahan apabila risiko yang tidak diinginkan terjadi. Lebih baik Anda keluar biaya untuk menuntut ilmu daripada Anda keluar biaya 'belajar' dari kerugian di produk investasi yang biasanya akan lebih besar. Untuk belajar lebih lanjut tentang perencanaan keuangan dari ahlinya Anda bisa cek di link ini dan untuk belajar khusus mengenai reksa dana silakan klik di sini. (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed