Follow detikFinance
Selasa 25 Apr 2017, 07:41 WIB

Berhati-hati Menggunakan Cryptocurrency

Hasan Azzahid - detikFinance
Berhati-hati Menggunakan Cryptocurrency Foto: Getty Images
Jakarta - Untuk anda yang terbiasa berbisnis online, mungkin anda pernah mendengar Bitcoin. Bitcoin adalah mata uang digital yang didapatkan dengan cara 'menambang'. Bedanya dengan menambang yang sebenarnya adalah, anda menambang dengan komputer anda. Komputer anda berfungsi sebagai kalkulator untuk memecahkan blocks, yang nantinya anda akan mendapatkan reward berupa bitcoin.

Saat ini Bitcoin menjadi salah satu mata uang yang populer digunakan oleh orang asing. Bahkan merchant yang menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran juga sudah ada di Indonesia. Bitcoin sendiri menjadi perbincangan yang hangat. Pada all time high-nya, harga Bitcoin pernah setara dengan satu troy ounce emas.

Saat ini pun nilai Bitcoin masih sangat tinggi. Satu bitcoin setara lebih dari US$ 1100. Dengan kesuksesannya, saat ini banyak bermunculan mata uang sejenis. Contoh cryptocurrency lainnya adalah dogecoin, litecoin, mrai, dashcoin, dan masih banyak lagi.

Media sekelas Bloomberg pun ikut membahas tentang fenomena bitcoin. Mengapa orang asing menyukai bitcoin? Simak ulasan di bawah ini.
1. Memudahkan pembayaran
Untuk beberapa negara seperti Tiongkok, mereka sulit membelanjakan uang renminbinya di luar negeri karena adanya kebijakan dari pemerintah Tiongkok itu sendiri. Hal tersebut bermaksud agar terjadinya capital outflow dapat dicegah. Namun bagi masyarakatnya sendiri, hal tersebut bisa jadi masalah untuk mereka yang bepergian ke luar negeri.

Cryptocurrency tidak memiliki restriksi kebijakan moneter dari negara manapun, sehingga lebih simpel digunakan untuk bepergian ke luar negeri. Menggunakan bitcoin tidak memerlukan transaksi fisik sehingga memudahkan nasabah untuk bertransaksi. Dibanding uang kartal di mana anda harus mengubah mata uang rupiah anda di money changer terlebih dahulu, maka cryptocurrency lebih dapat diandalkan

2. Melambatnya pertumbuhan bitcoin
Sistem 'menambang' pada dasarnya diatur sedemikian rupa sehingga semakin lama uang digital yang didapatkan semakin sulit. Untuk cryptocurrency seperti bitcoin tentu saja hal tersebut dapat menjaga nilainya, karena demand untuk mata uang digital ini akan tetap ada selama adanya merchant yang mau menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran.

3. Semakin diterima masyarakat global
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bitcoin sudah diterima sebagai alat pembayaran. Apabila cryptocurrency terus digunakan untuk membeli barang dan jasa yang riil, maka demand untuk mata uang digital ini akan terus terjaga.

4. Pembukaan rekening yang sangat mudah
Berbeda dengan rekening bank yang cukup rumit untuk mendaftar, pembukaan rekening untuk menampung cryptocurrency sangat mudah. Bahkan mata uang Mrai hanya membutuhkan medsos telegram yang aktif saja. Sedangkan untuk bitcoin, setiap website memberikan syarat-syarat yang berbeda dan lebih rumit, namun tetap saja tidak sesulit dan serepot mendaftar rekening di bank.

Namun dengan segala kemudahan itu, anda harus berhati-hati terhadap penggunaan cryptocurrency sebagai alat pembayaran. Ada beberapa kekurangan yang harus anda waspadai.

Tidak semua cryptocurrency dapat digunakan sebagai mata uang
Saat ini, yang paling mudah diterima sebagai alat pembayaran hanyalah bitcoin. Jika anda 'menambang' atau menggunakan cryptocurrency lainnya, maka anda harus sangat berhati-hati. Jangan tertipu tawaran untuk membeli cryptocurrency lainnya.

Tidak layak dijadikan investasi
Memang benar bahwa nilai kapitalisasi cryptocurrency meningkat dari waktu ke waktu. Namun fluktuasinya sangat tidak bisa diprediksi karena tidak ada satu negara pun yang mengendalikan mata uang digital ini. Jangan sampai anda termakan tawaran untuk berinvestasi di cryptocurrency. Gunakan saja untuk kemudahan pembayaran atau sebagai penghasilan sampingan anda.

Mudah digunakan untuk investasi bodong
Dengan tidak adanya regulator yang mengendalikan mata uang digital ini, banyak juga beredar investasi bodong dengan menggunakan cryptocurrency. Skema Ponzi dan money game tumbuh subur berkat mata uang digital ini. Hati-hatilah terhadap tawaran investasi menggunakan cryptocurrency. Tidak ada uang yang mudah didapatkan.

Nah hati-hati dengan investasi bodong ini, makanya belajar tentang keuangan. Ke mana belajarnya? Beberapa yang kami rekomendasikan dan bagi yang ingin tahu tentang asuransi detil bisa ikut tanggal 22 April, info di sini https://bit.ly/LIC2204, untuk ilmu waris bisa ikut workshop tanggal 23 April info di sini https://bit.ly/EPC2304, sementara kelas regular merencanakan keuangan akan diadakan akhir April tanggal 29, info di sini https://bit.ly/PMM2904, dan cara kaya dengan reksa dana tanggal 30 April infonya bisa dibuka di sini https://bit.ly/WRD3004. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed