Follow detikFinance
Jumat 28 Apr 2017, 06:44 WIB

Alasan yang Salah untuk Berasuransi

Bareyn Mochaddin - detikFinance
Alasan yang Salah untuk Berasuransi Foto: Istimewa
Jakarta - Alasan yang mendasari sebuah keputusan biasanya sangat mempengaruhi kualitas dari hasil keputusan tersebut. Disadari atau tidak, alasan yang mendasari pembelian atas sebuah barang kadang tidak terlalu dipedulikan, padahal alasan anda membeli sesuatu akan sangat mencerminkan dari kualitas barang yang di beli.

Kualitas di sini artinya adalah tingkat urgensi dari barang yang anda beli, apakah barang yang anda beli adalah sebuah kebutuhan ataukah hanya pembelian atas sebuah barang yang berujung pada kesia-siaan. Tentu tidak ingin barang yang di beli dengan uang anda hanya berujung sia-sia, bukan?

Boleh percaya boleh tidak, statistik menunjukkan dari 10 orang yang datang ke Firma Perencana keuangan kami (AAM & Associates) dan membawa polis asuransi, didapatkan 12-nya adalah salah. Lucu kan? Banyak dari mereka yang abai atas alasan yang mendasari mereka membeli sebuah produk asuransi.

Nah, bila alasan-alasan di bawah ini adalah alasan yang juga mendasari anda membeli sebuah produk asuransi, maka kemungkinan besar anda sedang dalam masalah. Karena bila anda memiliki alasan-alasan ini, artinya anda melakukan kesalahan yang sama.

Alasan pertama, anda membeli sebuah produk asuransi karena agen asuransi yang menawarkan produknya adalah kenalan. Apakah anda membeli sebuah asuransi karena alasan ini?

Tidak dapat dipungkiri hal ini banyak terjadi dewasa ini banyak dari teman, saudara, bahkan orang tua kita yang beralih profesi atau memiliki profesi sampingan sebagai agen asuransi. Pertanyaannya adalah, apa yang salah dengan membei asuransi dari kenalan anda?

Nah, ketika anda membeli asuransi dari kenalan anda baik itu saudara, teman, bahkan orang tua anda, besar kemungkinan asuransi yang anda beli tidak akan sesuai dengan perlindungan asuransi yang anda butuhkan. Kenapa? Karena ketika anda membeli asuransi dari kenalan anda, faktor utama anda membeli asuransi bukanlah karena manfaat dari produknya, tetapi rasa empati karena agen asuransinya adalah kenalan anda sehingga anda akan abai dengan fitur dari produknya.

Meski tidak menutup kemungkinan kenalan anda adalah seorang agen asuransi yang sangat mengerti produk dan manfaat sebuah produk asuransi. Sehingga, asuransi yang anda tawarkan adalah yang terbaik dan bermanfaat untuk anda.

Alasan kedua, anda membeli sebuah produk asuransi karena tidak mau lagi diganggu oleh agen asuransi yang terus menerus menawari anda sebuah produk asuransi.

Entah kenapa, banyak agen asuransi yang memiliki kebiasaan menghubungi nasabah pagi–siang–malam untuk terus menerus menawarkan asuransi-asuransi yang dimilikinya. Bagi nasabah yang 'tidak kuat' menerima penawaran dari nasabah ini, besar kemungkinan mereka (nasabah) akan membeli produk asuransi yang ditawarkan.

Ketika hal ini terjadi, ada kemungkinan nasabah membeli karena dua hal. Yang pertama karena tergoda oleh rayuan dari agen asuransi yang terus menerus menawarinya sebuah produk asuransi, atau yang kedua, seorang nasabah membeli produk asuransi yang ditawarkan karena mereka lelah tidak mau lagi menerima telepon dari agen yang terus menerus menawarinya.

Bila hal ini terjadi pada anda, bisa jadi anda tidak membeli asuransi karena kebutuhan, dengan kata lain asuransi yang anda beli belum tepat. Bagaimana mungkin seseorang dapat berpikir jernih untuk membeli produk asuransi dengan tepat, bila alasan utamanya adalah 'rayuan terus menerus' dan 'ketidakinginan untuk dihubungi oleh agen?'

Alasan ketiga, anda membeli sebuah produk asuransi karena tertarik dengan investasi yang ditawarkan oleh agen asuransi yang menawari anda.

Pertanyaan pertama, apakah asuransi yang anda miliki saat ini anda beli karena tertarik dengan produk investasi yang menempel pada produk asuransinya? Bila investasi adalah alasan anda membeli produk asuransi besar kemungkinan produk asuransi yang anda miliki saat ini belum tepat.

Alasannya sederhana, asuransi adalah proteksi atas risiko yang akan hadir kepada anda, sedangkan investasi adalah cara anda mengembangkan kekayaan anda. Asuransi dan investasi adalah dua hal berbeda, dan harus ditekankan bahwa asuransi bukanlah tempat untuk berinvestasi. Meski tidak menutup kemungkinan terdapat produk investasi yang menempel pada sebuah produk investasi.

Sederhananya seperti ini, anda tertarik dengan hamburger dari sebuah restoran ayam goreng, apakah anda akan mendapatkan hamburger? Jawabannya tentu 'ya'. Tapi, apakah anda akan mendapat kualitas hamburger sebaik hamburger dari restoran khusus yang menyajikan hamburger? Besar kemungkinan jawabannya 'tidak'. Nah, itulah yang anda dapatkan bila anda berinvestasi di produk asuransi, besar kemungkinan investasi anda hasilnya tidak akan maksimal.

Bingung tentang asuransi? Coba belajar lagi deh. Bisa ikut workshop regular merencanakan keuangan 29 April ini, info di sini https://bit.ly/PMM2904, dan workshop Cara kaya dengan reksa dana tanggal 30 April infonya bisa dibuka di sini https://bit.ly/WRD3004. Untuk bulan Mei ada kelas Basic Financial Planing complit bergelar Registered Professional Planner, info buka di sini https://bit.ly/BFP0517. Selain itu ada workshop komunikasi yang menghipnotis, info buka di sini https://bit.ly/NLP0517, sementara Ramadan ada kelas Syariah lho tanggal 9-11 Juni Info di sini https://bit.ly/RIFA0517.

Akhir kata, apakah alasan-alasan tadi yang mendasari anda membeli produk asuransi yang anda miliki saat ini? Bila jawabannya 'ya', silakan lihat lagi polis asuransi yang anda miliki. Pesan saya, jangan kaget kalau proteksinya belum cukup untuk melindungi anda dan keluarga anda di rumah.

Chao! (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed